Strategi Mas Ibin Mengembangkan Wisata Religi Makam Bung Karno

Berita163 Dilihat

Blitar, JendelaDesa.com – Ir Soekarno, politikus yang mempunyai peran penting dalam revolusi nasional Indonesia, bersama Dr. Mohammad Hatta telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Tokoh besar pemimpin politik Indonesia, pencetus konsep dasar negara Pancasila sosok figur yang sangat dihormati dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Dengan gagasan – gagasan besar yang dimiliki disertai perjuangan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia serta menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dimata dunia, Bung Karno atau Soekarno harus menghadapi berbagai gelombang tantangan baik agresi militer, ketidakstabilan ekonomi maupun gejolak politik.

Tepat pada tanggal 21 Juni 1970, Kusno Sosrodihardjo dikenal dengan Sukarno juga Bung Karno, menghembuskan nafas terakhirnya diusia 69 tahun. Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.44 1970, pemerintahan Soeharto memutuskan kota Blitar sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi Ir Sukarno. Perjuangan serta jasa – jasa Bung Karno yang diberikan kepada bangsa tidak akan pernah terlupakan, dimana hingga saat ini makam yang berada kelurahan Bendogerit kota Blitar, tetap memiliki magnet bagi peziarah yang datang dari berbagai kota.

Pada diskusi kecil, H.Syauqul Muhibbin menyampaikan bahwa Bung Karno merupakan bapak bangsa, milik bangsa Indonesia, milik warga Indonesia dan milik masyarakat Indonesia. Wakil sekretaris jenderal Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor atau PP GP Ansor mengaku merasa bangga menjadi warga kota Blitar. Mas Ibin panggilan Syauqul Muhibbin menuturkan, merawat dan menjaga kelestarian peninggalan maupun ajaran – ajaran Bung Karno menjadi sebuah keinginannya yang kuat sebagai warga Blitar. Dengan melihat banyaknya peziarah atau pengunjung yang datang dari luar kota, mas Ibin mempunyai gagasan waktu berziarah atau berkunjung ke makam Bung Karno tidak hanya terbatas pada siang hari saja, namun peziarah atau pengunjung makam bisa berkunjung sewaktu – waktu.

“Kita merasa bangga, maka yang harus kita lakukan adalah melestarikan peninggalan – peninggalan dan ajaran – ajaran, juga meramaikan makam beliau. Orang yang datang ke makam beliau mempunyai tujuan mengunjungi, mendo’akan, melestarikan ajaran – ajaran dan mengingat dengan sejarah yang diproklamirkan oleh beliau. Setiap harinya banyak peziarah makam yang datang dari berbagai kota, tentunya kalau makam beliau dibuka hanya siang hari saja akan membatasi pengunjung. Para peziarah datang jauh tidak mengenal siang atau malam, maka sebaiknya makam Bung Karno dibuka juga malam hari atau 24 jam” tuturnya.

Maju sebagai calon walikota Blitar pada pemilihan kepala daerah 2024, H. Syauqul Muhibbin berlatar belakang pengusaha memiliki pemikiran dengan tidak ada batasan waktu untuk berziarah ke makam Bung Karno, dirinya optimis dengan adanya kebijakan tersebut akan berdampak pada ekonomi yang kuat, dikarenakan tempat – tempat kuliner maupun fasilitas di sekitar makam Bung Karno akan semakin ramai. Mas Ibin juga menyampaikan gagasannya, fasilitas penunjang harus diperbanyak mulai dari toilet, kamar mandi juga homestay yang dijalankan kerja sama dengan masyarakat sekitar makam Bung Karno, akan menumbuhkan ekonomi masyarakat.

“Mungkin perlunya banyak dibangun penginapan dari yang paling sederhana hingga penginapan yang menyediakan berbagai fasilitas. Atau bahkan mungkin ada gagasan menyediakan penginapan dengan hitungan sewa setiap jam, dimana peziarah ingin mandi atau istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan. Tentunya ini sangat menarik dan akan mempunyai dampak luar biasa “Jelas mantan aktivis mahasiswa kepada JendelaDesa.com (10/7).

“Wisata akan menjadi tujuan utama di Blitar, karena ada ikon makam Bung Karno dan disekitar makam ada masjid Ar – Rahman. Jadi untuk ke depannya, kota Blitar akses wisatanya tidak hanya di kota Blitar, akan tetapi kita juga harus bekerja sama dengan kabupaten untuk pengembangan spot – spot wisata. Kalau orang bertujuan ke Blitar, itu bisa ke makam Bung Karno, bisa ke masjid Ar – Rahman, kampung coklat atau tempat wisata sejenisnya, ke pantai atau mungkin ke gunung. Jadi nantinya akan semakin banyak orang yang akan berwisata ke Blitar ” pungkas H. Syauqul Muhibbin, bakal calon walikota Blitar (Ans).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *