
BLITAR – JendelaDesa.com Ada yang berbeda saat Anda melangkah masuk ke Kantor Bersama Samsat Blitar Kota pekan ini. Ketegangan yang biasanya mewarnai antrean pengurusan administrasi kendaraan kini mencair, digantikan oleh sapaan hangat dan asistensi sigap dari para petugas.
Satlantas Polres Blitar Kota resmi meluncurkan program unggulan bertajuk “Polantas Menyapa”. Program ini bukan sekadar jargon, melainkan sebuah transformasi besar-besaran untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih manusiawi di Bumi Bung Karno.
Meruntuhkan Sekat Kaku
Selama ini, stigma birokrasi yang kaku seringkali membuat masyarakat segan. Melalui “Polantas Menyapa”, Polres Blitar Kota mencoba meruntuhkan dinding pembatas tersebut. Fokus utama program ini adalah menciptakan kenyamanan bagi wajib pajak, khususnya saat melakukan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
“Kami ingin masyarakat merasa seperti sedang dibantu oleh rekan sendiri. Suasana di Samsat kami buat lebih cair. Petugas tidak hanya menunggu di balik loket, tapi aktif menyapa dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi,” ungkap perwakilan Satlantas Polres Blitar Kota, Rabu (18/2).
Satpas yang Lebih Solutif
Tak hanya berhenti di Samsat, napas baru pelayanan ini juga menjalar hingga ke Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas). Di sini, petugas berperan sebagai pendamping atau asisten langsung bagi para pemohon SIM.
Inovasi ini bertujuan untuk:
- Memangkas Waktu Tunggu: Alur birokrasi diperingkas agar lebih efisien.
- Transparansi Layanan: Menghilangkan kebingungan masyarakat terkait prosedur dan persyaratan.
- Membangun Kepercayaan: Membuktikan bahwa Polri hadir sebagai mitra yang solutif, bukan penghambat.
Menuju Pelayanan Berbasis Hati
Upaya ini merupakan langkah strategis Polres Blitar Kota untuk memperkuat public trust. Dengan pelayanan yang cepat, transparan, dan dibalut dengan keramahan, polisi berharap kesadaran masyarakat akan tertib administrasi kendaraan akan meningkat secara alami.
Program “Polantas Menyapa” menjadi bukti bahwa di tengah modernisasi sistem, sentuhan manusiawi (humanis) tetap menjadi kunci utama dalam pelayanan publik yang berkualitas. (Indra Yani)