
Nganjuk, JendelaDesa.com- Bupati Nganjuk H. Marhaen Djumadi turun langsung menemui warga Dusun Tempel, Kecamatan Ngronggot, Rabu (8/4/2026). Kehadiran Bupati sekaligus merespons aksi warga RT 05 RW 09 yang menyuarakan aspirasi soal akses penghubung antar wilayah yang dinilai belum maksimal.
Akses jalan tersebut menghubungkan tiga wilayah yakni Kelurahan Ngronggot, Mojokendil, dan Banggle yang dikenal sebagai sentra usaha budidaya lele. Warga menilai perbaikan infrastruktur sangat vital untuk kelancaran aktivitas ekonomi mereka.
Mengenakan seragam dinas putih lengkap, Kang Marhaen disambut warga yang sudah menunggu kejelasan terkait pembangunan infrastruktur. Di hadapan warga, Bupati menegaskan Pemkab Nganjuk berkomitmen memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat, terutama jalan penghubung yang berdampak langsung ke ekonomi warga.
“Kami tidak ingin ada program yang hanya bagus di atas kertas. Semua harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Kang Marhaen.
Bupati tidak hanya memberi arahan. Ia berdialog langsung dengan perangkat desa dan warga. Berbagai keluhan disampaikan terbuka, termasuk kondisi jalan yang menghambat distribusi hasil budidaya lele.
Kang Marhaen memaparkan langkah percepatan pembangunan, mulai dari evaluasi program berjalan hingga optimalisasi sinergi antara Pemkab dan Pemdes. Menurutnya, kolaborasi jadi kunci pembangunan merata dan berkelanjutan.
“Kami akan kawal ini. Semua aspirasi akan kami tindak lanjuti secara bertahap sesuai skala prioritas,” tambahnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan memberi solusi konkret di lapangan. Pemkab Nganjuk juga berjanji melakukan pengawasan berkala agar program dan bantuan tepat sasaran dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat. ( Adv/ gik)
