Harga Plastik Naik Tajam Di Nganjuk, Pedagang Keluhkan Pasokan Berkurang

Nganjuk, JendelaDesa.com- Kenaikan harga plastik terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, sehingga memengaruhi pasokan bahan baku plastik secara global.

Di Nganjuk, harga plastik dilaporkan mengalami kenaikan hingga 40 persen. Kondisi ini berdampak langsung pada para pelaku usaha, khususnya penjual makanan yang sehari-hari bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan.

Kenaikan harga sebenarnya sudah mulai terasa sejak bulan puasa, namun lonjakan tertinggi terjadi dalam satu minggu terakhir. Salah satu jenis yang mengalami kenaikan signifikan adalah plastik roll.

Jika sebelumnya plastik dijual dengan harga sekitar Rp3.500, kini naik menjadi Rp4.000 per bungkus. Sementara itu, beberapa jenis plastik lainnya juga mengalami kenaikan hingga Rp1.000. Hampir seluruh jenis plastik di pasaran mengalami penyesuaian harga.

Meski banyak dikeluhkan oleh pembeli, penjualan plastik di tingkat pedagang masih terbilang stabil. Hal ini disebabkan plastik tetap menjadi kebutuhan utama, terutama bagi pelaku usaha kuliner.

Edi Wibowo, pemilik toko plastik di Nganjuk, mengungkapkan bahwa pasokan dari distributor saat ini menurun drastis hingga 50 persen. Biasanya, ia menerima kiriman satu sak plastik, namun kini hanya mendapat setengah sak karena keterbatasan stok yang harus dibagi ke sejumlah toko.

“Sekarang barangnya sulit, kiriman dari distributor juga berkurang setengah. Kami berharap pemerintah bisa segera menstabilkan harga agar tidak semakin memberatkan pedagang kecil,” ujar Edi Wibowo.

Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pasokan plastik di pasaran tetap terjaga.