Perpustakaan Kota Blitar Didorong Jadi Pusat Literasi dan Wisata Edukasi

Blitar, JendelaDesa.com -Kepala perpustakaan kota Blitar, Juyanto,SE.,MM menuturkan, kota Blitar merupakan tempat peristirahatan terakhir tokoh kemerdekaan bangsa Indonesia Ir Soekarno atau Bung Karno dan lahirnya aksi militer sukarela bentukan Gunseikan, pertama kalinya melakukan pemberontakan terhadap pendudukan Jepang, yang inisiasi seorang pemuda Soedancho Suprijadi.Menurutnya, tidak keliru bila kota urutan kedua terkecil di Jawa Timur terkandung jiwa nasionalis dan patriotism.

Melanjutkan penjelasan, disampaikan pentingnya generasi penerus membangun kesadaran nasionalisme dan patriotisme dengan menghargai sejarah perjuangan para tokoh – tokoh bangsa Indonesia yang telah merebut kemerdekaan dari tangan kolonialisme dan pendudukan negara asing, hingga berdirinya sebuah bangsa.Dikemukakan Juyanto SE,MM, mengetahui sejarah perjalanan bangsa tidak mungkin terbangun tanpa membaca buku literatur perjuangan.Dengan membaca buku sejarah berdirinya bangsa, para anak bangsa terutama generasi muda akan memahami peristiwa – peristiwa di masa lampau untuk dijadikan motivasi dan diharapkan akan menguatnya rasa cinta tanah air.

Perpustakaan Kota Blitar diresmikan awal tahun 2025, menyediakan buku teknologi, agama, filsafat, karya umum, bahasa, geografi, sejarah, seni, sastra, sains dan lainnya, pelayanan dibuka pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Untuk umum, perpustakaan yang berlokasi di jalan Sumatra, kelurahan Sananwetan, kecamatan Sananwetan, nantinya tidak hanya dijadikan pusat literasi, akan tetapi bertransformasi menjadi destinasi wisata edukasi.Sangat perlunya pemerintah kota Blitar mendukung adanya ruang publik yang bisa dipergunakan masyarakat dari berbagai lingkup untuk diskusi, seminar maupun workshop dan juga perlunya terbangun wahana permainan edukasi dan kreatif yang nyaman untuk anak- anak.

“Menggalakkan gemar membaca buku sejarah atau buku yang lainnya, nanti kita siapkan ruangan khusus yang nyambung dengan kafe litera. Untuk menindak lanjuti bahwa kota Blitar sebuah dapur nasionalime dan patriotisme, agar tidak hanya sebagai wacana maka dibutuhkan adanya responsif dari mahasiswa, pelajar atau dari kalangan anak muda, untuk berkumpul melakukan diskusi dengan mengangkat tema – tema kebangsaan, yang mana hasil diskusi nanti bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah.Karena ini sangat penting seiring dengan berkembangnya isu – isu sedemikian rupa melalui media sosial, maka dengan membaca dan berdisuksi akan menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme untuk generasi penerus bangsa. ” jelas Juyanto,SE.,MM.

Kepada Harian Forum.com pada Rabu (15/4), kepala perpustakaan kota Blitar juga mengemukakan bahwasanya perpustakaan tidak hanya sebatas tempat penyimpanan pengetahuan dan pusat literasi, akan tetapi juga melayani penyimpanan dan pengelolaan arsip digital.Ditandaskan Juyanto dengan memanfaatkan fasilitas arsip, bila terjadi sesuatu terhadap dokumen, nantinya akan mempermudah penemuan, sehingga meminimalisir penggunaan tenaga dan waktu.

“Meneruskan dan mengembangkan kerasipan, kita melakukan kerjasama dengan dinas pendidikan daerah atau dikda dan juga dengan beberapa sekolah di kota Blitar, bisa menggunakan dengan baik fasilitas kearsipan digital dokumen – dokumen pribadi institusi, misalnya ijasah atau mungkin buku induk sekolah. Tujuannya kita membantu masyarakat, seumpama dikemudian hari terjadi sesuatu ijasah di rumah tidak ada atau mungkin hilang, arsip ijasah tersebut dengan cepat bisa ditemukan karena telah tersimpan di perpustakaan.” tandasnya.(Ans).