Heboh Pesan Berantai Iuran Rp100 Ribu, Kepala KUA Gondang: Tidak Ada Arahan dari Saya dan Sudah Dibatalkan

Nganjuk, JendelaDesa.com- Pesan berantai ajakan iuran Rp100.000 untuk pembangunan kantor yang beredar di grup WhatsApp ASN Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Nganjuk akhirnya diluruskan. Kepala KUA Gondang, Imam Mahmud menegaskan tidak pernah mengarahkan pungutan tersebut dan rencana itu kini resmi dibatalkan.

Klarifikasi disampaikan Imam Mahmud saat ditemui tim media di ruang kerjanya, Jumat (24/4/2026). Ia menjelaskan duduk perkara pesan yang sempat menimbulkan kegelisahan di kalangan pegawai KUA tersebut.

Imam Mahmud menegaskan bahwa wacana kontribusi Rp100.000 bukan berasal dari idenya. Ia juga tidak pernah memberi arahan terkait hal itu.
“Yang pertama, saya tidak ada ide. Kedua, itu muncul tanpa ada konfirmasi kepada saya sebelumnya di grup besar Kepala KUA,” tegasnya.

Menurutnya, pesan yang beredar baru merupakan rencana awal yang belum dibahas dan belum mencapai kesepakatan final. Karena itu, wacana tersebut belum memiliki dasar pertanggungjawaban yang kuat untuk dijalankan.

Demi menjaga kondusivitas di lingkungan ASN KUA, Imam memastikan rencana iuran itu tidak akan dilanjutkan. “Rencana itu akhirnya dibatalkan dan tidak dilanjutkan,” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah pesan masuk ke grup WhatsApp ASN KUA se-Kabupaten Nganjuk berisi ajakan kontribusi sebesar Rp100.000 per orang. Pesan itu mengatasnamakan solidaritas paguyuban untuk membantu pembangunan kantor KUA Gondang yang hingga kini belum memiliki gedung tetap.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, kegelisahan di kalangan ASN KUA Nganjuk diharapkan mereda. Pihak KUA Gondang memastikan tidak ada pungutan yang berjalan sebagaimana isi pesan berantai yang sempat beredar.

(Red/gik)