
Nganjuk, JendelaDesa.com- Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat berkendara sendirian di jalanan sepi, terutama pada malam hari. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, tidak sedikit orang nekat melakukan tindak kriminal.
Hal inilah yang dialami Agus Siswanto, 46 tahun, warga Desa Kebon Agung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia dihadang empat orang yang membawa senjata tajam jenis clurit di jalan antara Desa Kebon Agung menuju Dusun Keduk.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu dini hari, 25 April 2026, sekitar pukul setengah satu malam, saat Agus pulang setelah lembur bekerja di wilayah Kelurahan Kramat, Kota Nganjuk.
Setibanya di lokasi kejadian, tiba-tiba empat orang menghadangnya di tengah jalan. Dua di antaranya terlihat membawa senjata tajam. Merasa nyawanya terancam, Agus nekat menabrakkan sepeda motornya ke salah satu pelaku yang membawa clurit hingga terjatuh.
“Saya waktu itu panik, karena mereka langsung menghadang di tengah jalan. Saya pilih menabrakkan motor ke salah satu pelaku supaya bisa menyelamatkan diri,” ujar Agus.
Saat itu, pelaku lain langsung menyerang dengan membacokkan clurit ke arah lehernya. Beruntung Agus berhasil menghindar dan membalas dengan memukul salah satu pelaku hingga tersungkur.
Namun, dua pelaku lain yang tidak membawa senjata terus memukulinya. Salah satu pukulan mengenai pelipis mata kiri hingga mengalami bengkak.
Karena terdesak, Agus berteriak meminta tolong. Beruntung saat itu masih banyak anak muda yang sedang nongkrong di warung sekitar dan segera datang memberikan pertolongan.
“Untung masih ada anak-anak yang ngopi di warung dekat situ. Setelah saya teriak minta tolong, mereka langsung datang dan para pelaku kabur,” lanjutnya.
Melihat banyak warga berdatangan, keempat pelaku akhirnya melarikan diri menggunakan dua sepeda motor Honda Vario warna hitam tanpa plat nomor.
Agus menjelaskan, ciri-ciri para pelaku diperkirakan berusia sekitar 25 tahun dan menutupi wajah mereka dengan kain.
Sebelumnya, di lokasi yang tidak jauh dari tempat Agus dicegat, juga sudah dua kali terjadi kasus serupa. Seorang warga yang hendak pergi ke pasar pernah dihadang begal dan diminta uang belanja yang dibawanya.
Selain itu, Tri Aminati, seorang bidan desa, juga mengalami kejadian serupa. Saat bersama suaminya selesai membantu persalinan salah satu warga Dusun Keduk, mereka juga dihadang orang tak dikenal dan dimintai uang.
Peristiwa ini sudah dilaporkan kepada perangkat desa, namun hingga kini warga mengaku belum melihat adanya tindakan lanjutan terkait maraknya aksi kejahatan di wilayah tersebut.
