Kabupaten Nganjuk Buktikan Keluarga Kuat Jadi Kunci Prestasi Daerah

NGANJUK, JendelaDesa.com— Di tengah derasnya perubahan zaman, Kabupaten Nganjuk membuktikan bahwa kemajuan daerah tidak selalu dimulai dari proyek besar, melainkan dari fondasi paling mendasar, yaitu keluarga.

Suasana penuh kebanggaan terasa saat sebuah piagam penghargaan diterima dengan penuh rasa syukur. Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol seremonial, melainkan hasil dari kerja panjang, kolaborasi, dan komitmen bersama yang telah dibangun secara konsisten.

Kabupaten Nganjuk resmi dinobatkan sebagai Pelaksana Terbaik I Kegiatan Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak Tahun 2025 oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya menciptakan generasi unggul memang harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Tak hanya itu, prestasi lain juga turut memperkuat posisi Nganjuk. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nganjuk berhasil meraih penghargaan Terbaik II dalam Capaian Program Bangga Kencana Tahun 2025. Penilaian tersebut mencakup sejumlah indikator penting, seperti Total Fertility Rate (TFR), Modern Contraceptive Prevalence Rate (MCPR), hingga Indeks Pembangunan Keluarga (IBANGGA).

Keberhasilan ini tentu tidak diraih secara instan. Semua berawal dari kerja sistematis yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penyuluhan di tingkat desa, pendampingan keluarga, hingga penguatan peran orang tua dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, bukan semata-mata prestasi pemerintah daerah.

“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi merupakan buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat. Kami percaya, ketika keluarga kuat, maka daerah pun akan semakin kuat,” ujar Kang Marhaen, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi Javatimes pada Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan konsistensi, pendekatan yang humanis, serta kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kami ingin memastikan setiap anak di Nganjuk tumbuh dalam lingkungan yang sehat, penuh kasih sayang, serta memiliki akses pendidikan dan pendampingan yang baik. Dari situlah masa depan Nganjuk dibentuk,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar angka dan penghargaan, capaian ini menunjukkan bagaimana pemerintah hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam ruang paling mendasar, yaitu keluarga.

Di berbagai pelosok desa, para kader bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka mendampingi para ibu, memberikan edukasi kepada orang tua, serta memastikan anak-anak mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal. Dari kerja sederhana namun penuh makna itulah, lahir dampak besar yang kini mendapat pengakuan hingga tingkat provinsi.

Program Bangga Kencana yang selama ini dijalankan pun bukan lagi sekadar slogan, melainkan telah menjadi gerakan nyata dalam memperkuat keluarga sebagai pusat pendidikan pertama dan utama bagi anak-anak.

Hari ini, penghargaan yang berdiri tegak itu menjadi simbol bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kualitas manusia yang dibentuk sejak dini melalui keluarga yang kuat.

Dengan semangat #NganjukSemakinMelesat, capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk melangkah lebih jauh dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Karena pada akhirnya, masa depan sebuah daerah tidak ditentukan oleh seberapa megah bangunannya, tetapi oleh seberapa kokoh keluarga yang menjadi pondasinya.