Laka Tronton vs Bus Sugeng Rahayu di Nganjuk, Bus Terjun ke Sungai dan Puluhan Penumpang Luka

Nganjuk, JendelaDesa.com – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah truk tronton bernomor polisi S 9687 UR dan Bus Sugeng Rahayu bernomor polisi W 7175 UP terjadi di jalur provinsi, tepatnya di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu (4/7/2026). Kerasnya benturan dalam insiden ini mengakibatkan armada bus terjun ke dalam sungai.

Peristiwa bermula saat Bus Sugeng Rahayu melaju dari arah timur ke barat, atau dari arah Surabaya menuju Solo. Sesampainya di lokasi kejadian, bus bertabrakan dengan truk tronton yang melaju dari arah berlawanan.

Menurut informasi di lokasi kejadian, kedua pengemudi sebenarnya sempat berusaha menghindari tabrakan dengan membanting setir ke arah kiri. Namun, karena jarak antar-kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.

Akibat dari kecelakaan tersebut, Bus Sugeng Rahayu terjun ke dalam sungai di tepi jalan, sementara truk tronton ringsek usai menghantam pembatas jalan.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun, puluhan penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Sementara itu, para penumpang yang selamat terlihat berusaha menyelamatkan dan mengeluarkan barang bawaan mereka dari dalam bagasi bus.

Petugas di lapangan segera mendatangkan satu unit mobil evakuasi ke lokasi kejadian. Mobil evakuasi tersebut diterjunkan untuk segera memindahkan badan truk naas yang kondisinya melintang menghalangi jalur, agar arus lalu lintas dapat kembali normal.

Rega, salah seorang warga setempat mengaku mendengar suara benturan yang sangat keras saat dirinya sedang berada di dalam rumah. “Tiba-tiba terdengar suara benturan yang sangat keras waktu saya ada di dalam rumah. Setelah saya keluar untuk memastikan keadaan, saya mendapati ternyata sudah terjadi kecelakaan lalu lintas,” tuturnya.

Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas dari kedua arah, baik dari arah Surabaya maupun dari arah Madiun, mengalami kemacetan parah. Antrean kendaraan dikabarkan mengular hingga mencapai sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.