
Kediri, JendelaDesa.com – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggandeng PT Pertamina dan PT PLN (Persero) untuk membantu menjaga ketersediaan pengairan lahan pertanian. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap produktivitas para petani di wilayah tersebut.
“Kami dengan Pertamina selalu berkomunikasi dan berkoordinasi terkait kebutuhan solar. Kami minta kebutuhan petani diprioritaskan. Dengan PLN juga terkait program sumur submersible karena membutuhkan pasokan listrik yang besar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, di Kediri, Senin (6/7/2026).
Sukadi menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu program prioritas Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kerja sama dengan Pertamina akan difokuskan pada penyediaan solar bersubsidi untuk mengoperasikan pompa air diesel serta alat dan mesin pertanian (alsintan). Sementara itu, kolaborasi dengan PLN diarahkan untuk mendukung program listrik masuk sawah guna mengalirkan daya ke sumur submersible (sumur bor satelit).
Guna mendukung kelancaran program ini, pemerintah daerah juga mempercepat proses penerbitan rekomendasi pembelian solar bersubsidi. Petani kini cukup melapor kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat. Selanjutnya, PPL akan mengurus rekomendasi tersebut ke Dinas Pertanian dan Perkebunan.
“Rekomendasi dari kami pada hari itu juga dikirim ke PPL untuk dicetak dan diserahkan kepada petani. Jadi dalam sehari mereka sudah bisa mendapatkan barcode solar bersubsidi,” ujar Sukadi.
Meski birokrasi pengurusan dipermudah, Sukadi menegaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan BBM bersubsidi akan tetap diperketat demi mencegah terjadinya penyalahgunaan di lapangan.
Sebagai target jangka panjang di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri berencana membangun sekitar 380 titik sumur submersible yang didanai melalui kolaborasi anggaran pemerintah pusat dan daerah untuk membantu pengairan kelompok tani.
Selain fokus pada sistem pengairan, Pemkab Kediri juga menyalurkan bantuan benih gratis, termasuk 200 ton benih jagung yang diperuntukkan bagi lahan seluas 13.300 hektare guna menekan biaya produksi awal petani.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, sebelumnya juga menegaskan komitmennya untuk terus mengucurkan bantuan alsintan secara bertahap demi mendongkrak produktivitas sektor pertanian daerah.
“Kami tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja,” tegas Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut.
(sumber m.antaranews.com)
