
Nganjuk, JendelaDesa.com Kasus dugaan pencurian yang terjadi di Pasar Berbek, Kabupaten Nganjuk, memicu keresahan di kalangan pedagang. Selain menyebabkan kerugian bagi korban, penanganan kasus yang dinilai belum menunjukkan kepastian hingga kini menjadi sorotan sejumlah pedagang dan lembaga masyarakat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar sepekan lalu. Korban, pemilik toko sembako berinisial S, mengaku gudang penyimpanan barang dagangannya dibobol oleh orang tidak dikenal.
“Benar, sekitar satu minggu lalu gudang penyimpanan saya dibobol maling,” ujar S kepada awak media.
Seorang karyawan toko yang identitasnya disamarkan dengan nama Melati menceritakan, saat hendak memulai aktivitas pada pagi hari, dirinya mendapati pintu gudang dalam kondisi rusak. Ia kemudian melihat beras berceceran di sekitar lokasi.
Jejak beras tersebut, menurutnya, mengarah ke salah satu tempat tinggal yang berada di area Pasar Berbek. Temuan itu segera dilaporkan kepada pemilik toko dan petugas pasar.
Selanjutnya, dilakukan pengecekan bersama oleh petugas pasar, pemilik toko, karyawan, serta beberapa pedagang. Pemeriksaan dilakukan hingga tiga kali.
Pada pemeriksaan ketiga, petugas menemukan tiga karung beras yang disimpan di bagian bawah lemari pakaian dan enam karung lainnya berada di bawah kolong tempat tidur. Penelusuran kemudian dilanjutkan hingga akhirnya ditemukan lagi sekitar sepuluh karung beras di lokasi berbeda yang masih berada tidak jauh dari titik penemuan pertama.
Meski barang yang diduga hasil pencurian telah ditemukan, korban mengaku hingga kini belum memperoleh kejelasan mengenai tindak lanjut penanganan perkara tersebut.
Informasi ini kemudian mendapat perhatian LSM GMBI Distrik Nganjuk. Tim Divisi Investigasi mendatangi lokasi guna menggali informasi dari korban, saksi, maupun sejumlah pedagang lain.
Dari hasil penelusuran awal, beberapa pedagang mengaku pernah mengalami kehilangan barang dagangan maupun uang tunai dalam kurun waktu yang relatif berdekatan.
“Saya juga pernah kehilangan rokok dan uang. Kejadiannya tidak lama sebelum kasus ini,” ungkap salah seorang pedagang.
Menurut LSM GMBI Distrik Nganjuk, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan dan sistem keamanan di lingkungan Pasar Berbek agar kejadian serupa tidak terus berulang.
LSM tersebut juga mendesak Dinas Perdagangan Kabupaten Nganjuk untuk segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan pasar serta memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara cepat, transparan, dan sesuai prosedur hukum.
Selain itu, aparat penegak hukum diminta melakukan penyelidikan secara profesional untuk mengungkap pelaku dan memberikan kepastian hukum kepada korban.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Pasar Berbek maupun Dinas Perdagangan Kabupaten Nganjuk belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan (cover both sides).
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut rasa aman para pedagang dalam menjalankan aktivitas ekonomi di pasar tradisional. Para pedagang berharap aparat dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar keamanan Pasar Berbek dapat kembali terjamin serta memberikan kepastian hukum atas dugaan tindak pidana pencurian tersebut.
