Sejarah Sepur Kluthuk Jawa: Kisah Amangkurat Amral hingga Abadinya Lagu Numpak Sepur

SOLO, HarianForum.com – Sebuah lembaran sejarah transportasi dan kearifan lokal di tanah Jawa kembali dikupas secara mendalam pada hari Jumat Pon, 10 Juli 2026. Catatan historis-kultural ini membuka mata kita mengenai visi modernisasi luar biasa yang digagas oleh penguasa Mataram Kartasura jauh sebelum masa kolonial. Sebuah legasi agung yang merekam jejak pembangunan infrastruktur, hubungan diplomatik teknologi dengan dunia internasional, hingga dinamika kehidupan masyarakat yang terekam abadi dalam tradisi lisan Nusantara. Berikut adalah catatan lengkapnya:

Kesadaran naik sepur atau kereta api dirancang oleh Sri Susuhunan Amangkurat Amral. Raja Mataram Kartasura ini kelahiran Surabaya. Cucu Pangeran Pekik keturunan Sunan Ampel. Garwa prameswari Ratu Mas Candrakirana, putri Tumennggung Purbonagoro Bupati Kediri.

Tahun 1690 masyarakat Jawa terbiasa naik sepur Kluthuk. Pembangunan rel kereta api melalui kota Solo, Sragen, Paron Ngawi, Barat Magetan, Madiun Caruban, Nganjuk Kertosono, Jombang, Mojokerto dan Surabaya. Dari Kertosono rel kereta api bersambung ke arah Kediri, Tulungagung, Blitar dan Malang. Seniman Tarimin Unuk mengarang lagu sepur Kluthuk.

Numpak sepur Kluthuk,

Wiwit bangun esuk,

Nganti wayah sore,

Durung tekan nggonne,

Adhuh lae adhuh lae,

Jer bola bali mandheg,

Greg greg greg greg,

Saben warung dilereni,

Nang ning nong ning gung,

Suwe suwe suwe suwe,

Mudhun sepur awak kesel dhuwit entek,

Kruk kruk greg greg,

kruk kruk jenggleng,

Kruk kruk greg greg,

Kruk kruk jenggleng.

Kendaraan massal kereta api makin digemari. Lagu numpak sepur begitu populer di tengah Jawa.

Sinten numpak sepur,

Mbayare setali,

Sinten pengin makmur,

Mangga dhateng ngriki.

Mlaku panas panas,

Ora nggawa payung,

Sandhale diseret,

Dlamakane mlenthung.

Lagu numpak sepur merupakan dokumentasi historis kultural. Berdirinya stasiun Balapan Solo pada tanggal 4 Januari 1683. Izas Newton diundang oleh Sunan Amangkurat II untuk memberi pelatihan teknologi. Raja Mataram menyadari arti penting transportasi umum yang mudah murah tertib dan tepat waktu. Izas Newton datang dari Inggris bersama tim ahli kereta api. Amangkurat II atau Amangkurat Amral menjamu makan malam Izas Newton di pesanggrahan Pracimoharjo Paras Cepogo Boyolali.

Ibukota Kerajaan Mataram sejak tahun 1677 pindah ke Kartasura. Izas Newton menikmati pemandangan indah gunung Merapi dan gunung Merbabu. Saat pulang sempat mampir siram jamas di umbul Pengging dan umbul Cokro Klaten. Ternyata Izas Newton cocok dengan ritual kejawen. Pangeran Karanggayam selalu tokoh spiritual memandu tata cara meditasi. Izas Newton merasa mendapat pencerahan. Agar selalu eling lan waspada.

Pembangunan stasiun Balapan Solo menggunakan upacara adat. Sesaji maesa kurda berupa menanam kepala kerbau. Tumpeng robyong, tumpeng sewu, tumpeng wukir, tumpeng wajar, tumpeng roda, tumpeng kretek, tumpeng kali melengkapi kenduri. Kembang telon, dupa kumelun, jenang baro baro menyertai wilujengan. Amangkurat II mengutus abdi dalem ulama untuk berdoa bersama kanca kaji. Izas Newton makin terpesona dengan adat istiadat Jawa.

Gamelan carabelen tanda pakurmatan. Izas Newton bangga dengan seni adi luhung. Ladrang Slamet berkumandang dengan tujuan untuk mendapatkan keselamatan. Lancaran kebo giro membuat suasana semarak. Bubarnya acara dengan gending gleyong dan udan mas. Kereta api diharapkan datang pergi berjalan dengan selamat.

Urut ke arah barat yaitu stasiun Purwosari, Stasiun Gawok, Stasiun Delanggu, Stasiun Ceper, Stasiun Klaten, Stasiun Srowot, Stasiun Brambanan, Stasiun Kalasan, Stasiun Maguwo, Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Tugu Yogyakarta. Bisnis kereta api Solo Yogyakarta berjalan lancar. Sunan Amangkurat II sukses membangun infrastruktur. Roda ekonomi bergerak cepat. Keuntungan berlipat ganda. Kas negara normal dan sehat. Kereta api di Jawa berkembang pesat. Izas Newton pun bangga dan berbahagia.

Kebijakan Amangkurat II tentang menejemen kereta api sungguh mulia. Sepanjang rel kereta api, penduduk dilibatkan sebagai pegawai. Penjaga palang, kebersihan, konsumsi melibatkan warga sekitar stasiun. Perlindungan tenaga kerja sangat diperhatikan. Tiap akhir tahun masyarakat sekitar mendapat santunan sebagai tanda penghormatan. Kereta api memanusiakan sesami. Sepur Kluthuk yang dibangun oleh Sinuwun Amangkurat Amral tetap lestari. Salam hormat buat raja Mataram Kartasura. Jasa besar cocok untuk pengusulan pahlawan nasional.

Jumat Pon, 10 Juli 2026.
Purwadi