
AIRMADIDI, JendelaDesa.com – Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) di Indonesia resmi menggelar Konferensi Nasional (Konfernas) VII Tahun 2026 yang berlangsung di Kampus Universitas Klabat, Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. Kegiatan ini dibuka secara resmi pada Senin (20/7/2026).
Konfernas kali ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan konferensi pertama yang digelar pascapemekaran wilayah pelayanan. Hingga tahun 2025, organisasi GMAHK di Indonesia terbagi dalam dua wilayah pelayanan Uni (sinode nasional), yakni Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB) berpusat di Jakarta dan Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT) berpusat di Manado.
Mulai tahun 2026, GMAHK di Indonesia berkembang menjadi tiga Uni seiring dibentuknya Uni Indonesia Kawasan Tengah yang berkantor pusat di Jakarta, sementara kantor pusat UIKB berpindah ke Pangkalpinang. Keputusan pemekaran ini telah ditetapkan dalam rapat pimpinan GMAHK sedunia di Amerika Serikat pada tahun 2025.
Ketua Umum Panitia Konfernas, Felly Runtuwene, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IX DPR RI, mengungkapkan bahwa Konfernas merupakan wadah strategis untuk mengevaluasi pelayanan, merumuskan langkah masa depan, memperkuat koordinasi, serta menyatukan visi dalam menjalankan amanat agung gereja.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Pusat GMAHK di Indonesia sekaligus Ketua GMAHK UKIKT, Pdt. Ronald Rantung, menyampaikan bahwa agenda ini juga bertujuan untuk menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GMAHK di Indonesia agar tetap selaras dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Apresiasi dari Kementerian Agama
Konfernas VII GMAHK di Indonesia dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Kristen, Jeane Marie Tulung.
Dalam sambutan tertulis Menteri Agama yang dibacakannya, ditegaskan bahwa agama hadir untuk memuliakan manusia, menjadi sumber kasih sayang, serta menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai perbedaan. Kementerian Agama juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi nyata GMAHK di Indonesia di bidang kesehatan, pendidikan, aksi sosial, tanggap bencana, dan pelayanan kemanusiaan.
Pembukaan acara ditandai secara simbolis melalui pemukulan alat musik tradisional tetengkoren oleh Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Jeane Marie Tulung.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Sekretaris Eksekutif GMAHK Divisi Asia Pasifik Selatan Pdt. S. J. Bindosano, serta Wakil Ketua GMAHK Divisi Asia Pasifik Selatan Pdt. S. Salainti.
Rangkaian Konfernas yang berlangsung pada 19–20 Juli 2026 ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri atas pimpinan dan utusan resmi dari seluruh Uni GMAHK di Indonesia. (JIKL)
