Pukau Warga Amerika, Angklung hingga Reog Ponorogo Menggema di Festival Indonesia Day Maryland

Frederick, JendelaDesa.com – Alunan gamelan tradisional, dentuman kendang yang ritmis, serta gebrakan tarian Reog Ponorogo yang memukau berhasil mengguncang publik di Carroll Creek Park, Frederick, Maryland, Amerika Serikat. Suasana kota kecil yang tenang di pesisir timur Paman Sam tersebut seketika berubah riuh dan meriah layaknya berada di tanah air dalam gelaran festival budaya bertajuk Indonesia Day on the Creek.

Seni pertunjukan Reog Ponorogo yang telah diakui secara resmi oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak (List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding) sukses membuktikan taji dan daya pikatnya di panggung internasional. Aksi atraktif penari yang menjunjung topeng Dadak Merak seberat puluhan kilogram dengan tinggi hampir tiga meter diiringi irama musik tradisional yang dinamis berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung, baik warga lokal Amerika Serikat maupun kalangan diaspora Indonesia yang memadati lokasi acara.

Wadah Promosi Kebudayaan dan Diplomasi Kuliner

Festival kebudayaan ini diprakarsai oleh Indonesian Education & Cultural Network (IDECN) bekerjasama dengan Asian American Center of Frederick (AACF) serta Indonesia Lighthouse, dan mendapatkan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. Acara ini diselenggarakan secara terbuka untuk masyarakat umum tanpa dikenakan biaya masuk.

Selain pertunjukan utama berupa Reog Ponorogo, deretan penampilan seni budaya lainnya turut menyemarakkan panggung Indonesia Day on the Creek. Para pengunjung disuguhkan keindahan alunan musik angklung yang harmonis, peragaan busana kain batik tradisional, hingga ragam tarian daerah Nusantara lainnya. Tidak ketinggalan, belasan stan kuliner khas Indonesia turut diserbu pengunjung yang antusias mencicipi kelezatan hidangan seperti sate, rendang, nasi goreng, hingga bakso sepanjang jalannya acara.

Momen perhelatan budaya ini tidak sekadar menjadi panggung promosi efektivitas diplomasi seni dan kebudayaan Indonesia di mata publik luar negeri, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengobat rindu bagi para warga diaspora Indonesia yang berdomisili di kawasan Maryland, Washington D.C., Virginia, Pennsylvania, dan wilayah sekitarnya.
(timesindonesia.co.id).