Blitar, JendelaDesa.com – Penggunaan bahan kimia secara berlebihan pada proses produksi pertanian menjadi salah satu faktor utama terjadinya degradasi tanah. Hal tersebut disampaikan oleh narasumber, Ir. M. Rahmat Agustono, yang menjelaskan bahwa degradasi membuat tanah dalam kondisi “sakit”.
Secara fisik, tanah yang mengalami degradasi ditandai dengan struktur yang padat dan keras, peningkatan tingkat keasaman (pH rendah), serta hilangnya mikroba penyubur. Dampaknya, pertumbuhan tanaman melambat hingga berpotensi mengalami kematian.
Solusi Asam Humat untuk Pemulihan Struktur Tanah
Untuk mengembalikan zat hara yang hilang dan memperbaiki kerusakan struktur tanah secara fisik, kimia, maupun biologi, Ir. Rahmat Agustono mengenalkan penggunaan asam humat—sebuah formula senyawa organik alami dari hasil pelapukan bahan organik.
Pemaparan ilmu terapan dan teknik peningkatan hasil pertanian berbasis penelitian ini disampaikan dalam acara bertema “Diseminasi Teknologi untuk Meningkatkan Pangan Nasional”. Kegiatan ini digelar oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada Selasa, 4 Agustus 2026, berlokasi di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Roemah Kita, Kelurahan Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus HKTI, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten/Kota Blitar, Pemuda Tani, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), Forum P4S Blitar, serta perwakilan petani dari Pujon, Malang.
Dukungan HKTI dan Dewan Pengarah DPN
Di tengah sesi dialog, hadir Ir. Hendro Hermono selaku Dewan Pengarah DPN HKTI sekaligus Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pengenalan teknologi dan inovasi pertanian yang berorientasi pada peningkatan hasil panen, efisiensi sumber daya, dan kualitas produk guna mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Acara hari ini selaras dengan arahan Ketua Umum HKTI, Mas Sudaryono, terkait pentingnya sosialisasi langsung kepada masyarakat petani di seluruh Indonesia. Kita menghubungkan pemangku kepentingan yang ada, karena permasalahan di lapangan tidak hanya seputar pupuk, tetapi juga pemahaman teknologi,” ujar Ir. Hendro Hermono di sela agendanya mendampingi Ketua MPR RI Ahmad Muzani berziarah ke Makam Bung Karno.
“Pak Rahmat kita hadirkan karena sudah menekuni bidang ini secara mendalam. Antusiasme dan banyaknya pertanyaan peserta perlu ditindaklanjuti secara nyata. Target utama kita adalah peningkatan hasil panen petani,” tambahnya.(Ans)