Menkop Tegaskan KDKMP Tak Hanya Salurkan Subsidi, Tapi Penggerak Ekonomi Desa

Jakarta, JendelaDesa.com — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya dikembangkan sebagai penyalur barang bersubsidi, melainkan juga sebagai pusat penggerak ekonomi lokal di tingkat desa.

Hal tersebut disampaikan Menkop Ferry dalam acara peluncuran buku “Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan” dan Simposium Nasional di Gedung RRI Pusat, Jakarta. Ia menjelaskan, KDKMP diarahkan untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi warga, mulai dari sektor pariwisata, kerajinan, hingga ekonomi kreatif.

“Di sinilah sebenarnya bahwa setiap transformasi, setiap perubahan akan punya konsekuensinya,” ujar Ferry terkait komitmen pemerintah dalam memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas pengelola koperasi.

Langkah ini dirancang untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, sekaligus merefleksikan gagasan ekonom Soemitro Djojohadikusumo mengenai pembangunan ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong.

Selain menjadi sarana pengembangan potensi lokal, KDKMP tetap difungsikan sebagai jaringan distribusi program pemerintah. Koperasi ini menyalurkan kebutuhan bersubsidi seperti LPG 3 kg, pupuk, Minyakita, dan beras SPHP, serta membantu penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Guruh Muamar Khadafi, menambahkan bahwa pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejar angka pertumbuhan, melainkan harus memastikan pemerataan kesejahteraan hingga ke tingkat desa.

Berdasarkan data Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per 4 Agustus 2026, pembentukan KDKMP secara nasional telah mencapai 83.382 unit. Dari total tersebut, sebanyak 19.527 koperasi sudah merampungkan sarana operasional seperti gedung, gudang, dan gerai pelayanan.