Listrik Padam 6 Jam di Nganjuk, Peternak Koi Kelimpungan Khawatir Ratusan Ikan Mati

Nganjuk, JendelaDesa.com — Pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PT PLN (Persero) di wilayah Nganjuk Kota memicu keluhan dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Durasi pemadaman yang berlangsung hingga enam jam membuat sejumlah pengusaha kelimpungan, salah satunya peternak ikan koi di Perumahan Puri Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk, Sabtu (8/8/2026).

Pemadaman terencana yang dimulai sejak pukul 10.00 hingga 16.00 WIB tersebut berdampak langsung pada operasional budi daya ikan koi milik Achmad Syarwani. Tanpa aliran listrik, mesin pompa sirkulasi dan aerator penyuplai oksigen di kolam miliknya mati total.

Achmad Syarwani mengungkapkan, terdapat sekitar 200 ekor ikan koi di kolamnya yang mulai menunjukkan gejala lemas dan kekurangan oksigen. Jika penanganan terlambat atau pemadaman berlangsung lebih lama, ratusan ikan koi bernilai puluhan juta rupiah tersebut dipastikan mati.

“Pemadaman listrik dengan durasi sangat lama ini jelas merugikan pelaku UMKM seperti kami. Ikan koi sangat bergantung pada pasokan oksigen dari aerator yang terus menyala,” ujar Syarwani.

Sementara itu, Kepala PLN Nganjuk, Yudha, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penghentian sementara aliran listrik di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa langkah pemadaman diambil karena adanya pekerjaan pemeliharaan jaringan serta pemasangan trafo baru.

Yudha menegaskan bahwa pihak PLN telah menyampaikan surat pemberitahuan terkait jadwal pemadaman kepada masyarakat jauh-jauh hari. Pihaknya juga berupaya mempercepat proses pengerjaan di lapangan agar pasokan listrik dapat kembali pulih sebelum pukul 16.00 WIB.