
Nganjuk, JendelaDesa.com — Pawai Budaya dan Pembangunan tingkat SMP/MTs Kabupaten Nganjuk tahun 2026 berlangsung meriah, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai sekolah SMP dan MTs di Kabupaten Nganjuk dengan menampilkan beragam kekayaan budaya Nusantara.
Pawai dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dengan titik start di Stadion Anjuk Ladang. Peserta kemudian melintasi Jalan Ahmad Yani, melewati Tugu Jayastamba, hingga berakhir di Jalan Basuki Rahmad atau kawasan Alun-Alun Nganjuk.
Tahun ini, pawai mengusung tema “Kecintaan terhadap Ragam Budaya Nusantara, Sejarah Bangsa dan Pembangunan Nasional.” Masing-masing sekolah diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi subtema yang mengangkat sejarah dan budaya daerah tertentu di Nusantara, termasuk kisah kerajaan-kerajaan yang pernah berkembang di Indonesia.
Salah satunya SMP Negeri 2 Nganjuk yang menampilkan tema Mataram Kuno dengan subtema legenda Roro Jonggrang. Sementara itu, SMP Negeri 4 Nganjuk mengangkat Kerajaan Blambangan dengan subtema Raja Tawang Alun.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Munawir, S.Pd., M.A.P., mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengenal sekaligus mencintai keberagaman budaya dan sejarah bangsa.
“Melalui pawai budaya ini, anak-anak tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga belajar mengenal sejarah dan budaya Nusantara. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia,” ujar Munawir.
Menurutnya, keberagaman tema yang ditampilkan masing-masing sekolah menunjukkan kreativitas para siswa dan guru dalam mengemas nilai sejarah serta budaya menjadi pertunjukan yang menarik.
“Setiap sekolah memiliki kebebasan untuk mengembangkan subtema sesuai kreativitas masing-masing. Yang terpenting, pesan tentang kecintaan terhadap budaya, sejarah bangsa, dan semangat pembangunan dapat tersampaikan kepada masyarakat,” tambahnya.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, Pawai Budaya dan Pembangunan tingkat SMP/MTs tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan karakter bagi para pelajar, khususnya dalam menumbuhkan rasa nasionalisme, gotong royong, kreativitas, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
