Gunung Semeru Meletus 29 Kali dalam 6 Jam, Warga Diimbau Waspada Awan Panas dan Lahar

Lumajang, JendelaDesa.com – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Dalam kurun waktu pengamatan selama enam jam, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami letusan atau erupsi sebanyak 29 kali.

Berdasarkan laporan pengamatan tertulis dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, puluhan letusan tersebut terekam dengan amplitudo bervariasi serta durasi gempa letusan yang beragam.

“Secara visual Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup kabut. Letusan terekam sebanyak 29 kali dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi gempa letusan berkisar 50–140 detik,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru dalam laporan resminya.

Selain gempa letusan, petugas juga mengamati adanya aktivitas kegempaan lain berupa hembusan dan guguran di sekitar puncak.

Atas kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat dan wisatawan untuk tetap mematuhi rekomendasi zona bahaya dan tidak mendekati area rawan.

“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi,” tegasnya.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terpengaruh perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Gunung Semeru diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, serta potensi lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama saat terjadi hujan deras.
(berbagaisumber)