
Blitar, JendelaDesa.com – Kemarau dengan jangka waktu yang panjang selain menyebabkan terjadinya krisis air bersih di beberapa daerah, juga terganggunya air irigasi bagi pertanian serta timbulnya ancaman serangan organisme pengganggu tanaman ( OPT ).Perubahan iklim ditenggarai sebagai pemicu semakin terjadinya cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.Pergerakan alam yang sedang terjadi menjadi tantangan serius dan harus dihadapi oleh para pelaku di sektor pertanian, terutama di wilayah – wilayah yang belum terjangkau jaringan stasiun cuaca yang resmi.
Keakurasian data cuaca lokal sangat dibutuhkan para petani untuk mendukung pertanian berkelanjutan, hingga dapatnya digunakan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi udara pada waktu dan wilayah tertentu yang sifatnya cepat berubah secara akurat, dan informasi tentang cuaca sangat penting bagi petani untuk menentukan waktu tanam yang tepat dan menghindari risiko gagal panen.
Membantu kesulitan petani untuk menentukan waktu masa tanam dan panen secara tepat dikarenakan pola curah hujan menjadi tidak menentu akibat cuaca ekstrem, dimana saat kemarau panjang berdampak kurangnya air, sementara diwaktu penghujan terjadi banjir yang merusak lahan pertanian.Selain itu dengan meningkatnya suhu serta kelembapan udara, akan mempercepat berkembangnya organisme pengganggu tanaman, Institut Pertanian Bogor ( IPB ) University telah menciptakan program Komunitas Stasiun Cuaca Otomatis atau Automatic Weather Station Community – AWS Komunitas dengan teknologi cuaca berbasis komunitas.
Mengutip https://hpt.sinaubumi.org, map community HPT Monitoring pada Senin (14/9) dari JTM 12, GKT Gogodeso kecamatan Kanigoro, kabupaten Blitar pada jangkauan kurang lebih 5 hingga 10 kilometer, saat ini telah terpantau timbulnya serangan Ulat Grayak : 6.7 – Penggerek Batang Jagung : 6.9 – Ulat Tongkol Jagung : 6.8 – Bulai Jagung : 3.2 Hawar Daun Jagung : 3.2 sementara Karat Daun Jagung : 0.8.Sedangkan terhadap tanaman padi, adanya ancaman serangan Wereng 7.1 – Penggerek 5.9 – Busuk Bulir 2.6 dan Blas 1.1.(Ans).
