
Nganjuk, JendelaDesa.com.- Warga Dusun Makuto, Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan hutan Gajah Mungkur Petak 36B RPH Makuto, BPKPH Pace, KPH Kediri, Jumat (25/9/2026) pagi.
Kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh Mansur (23), warga Desa Bareng. Saat itu saksi sedang mencari rumput di kawasan hutan sekitar pukul 08.00 WIB. Sekitar pukul 10.00 WIB, ia menemukan potongan kerangka manusia di beberapa titik lokasi.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat Desa Bareng, Nyuwito (49), yang selanjutnya diteruskan kepada Bhabinkamtibmas.
Menindaklanjuti laporan, anggota Polsek Sawahan bersama Tim Inafis Polres Nganjuk dan BPBD yang dipimpin Kapolsek langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.
Di lokasi, petugas menemukan barang bukti berupa satu buah baju batik putih kombinasi orange. Selain itu ditemukan ciri fisik berupa rambut putih pendek.
Ciri-ciri tersebut mirip dengan laporan orang hilang yang diterima Polsek Ngetos pada Rabu (20/5/2026) lalu.
Keluarga dari Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, kemudian datang ke Desa Bareng untuk memastikan. Setelah melihat ciri pakaian dan ciri fisik kerangka, pihak keluarga meyakini bahwa kerangka tersebut adalah anggota keluarganya, Sdr. J (76) warga Desa Kepel, Kecamatan Ngetos.
Korban diketahui telah dilaporkan hilang selama 4 bulan. Menurut keterangan keluarga, korban mengalami pikun dan sering meninggalkan rumah.
“Setelah pemeriksaan mayat dan baju yang dikenakan korban, diyakini oleh keluarga bahwa identitas mayat tersebut adalah Sdr. J yang telah dilaporkan hilang pada tanggal 20 Mei 2026,” ujar sumber di kepolisian.
Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tinggal tulang dengan sisa kulit kering di bagian kepala dan kaki.
Selanjutnya jenazah dievakuasi dan dibawa untuk penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
( gik)
