
NGANJUK, JendelaDesa.com — Warga Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan struktur sumur tua atau jobong yang diduga kuat peninggalan era Kerajaan Majapahit di tepian Sungai Brantas.
Seorang warga setempat bernama Sutomo menemukan struktur tersebut saat sedang menggali tanah di pinggir sungai. Mengetahui potensi nilai sejarah pada temuan tersebut, ia lantas melaporkannya kepada Komunitas Pecinta Sejarah Nganjuk (Kota Sejuk).
Menindaklanjuti laporan warga, tim dari Kota Sejuk bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk langsung mendatangi lokasi. Petugas membenarkan bahwa struktur terakota (jobong) yang ditemukan merupakan dinding sumur khas era Majapahit.
Di lokasi penemuan, warga dan tim teknis telah berhasil mengangkat tiga unit jobong yang kondisinya sebagian rusak. Sementara itu, diperkirakan masih terdapat tiga unit jobong lagi yang masih dalam proses penggalian oleh petugas.
Struktur jobong terakota ini memiliki spesifikasi tinggi 63 sentimeter, diameter 80 sentimeter, dan ketebalan dinding 3 sentimeter. Selain jobong, di sekitar lokasi juga ditemukan pecahan bata kuno berukuran tebal yang mengindikasikan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan permukiman penduduk.
Ketua Kota Sejuk, Amin Fuadi, menjelaskan bahwa penataan dan material konstruksi sumur ini identik dengan peninggalan era klasik Majapahit, meski pihaknya tetap akan melakukan penelitian dan analisis lebih mendalam.
“Kalau dilihat dari konstruksi sumur jobong ini, diduga kuat merupakan peninggalan era Majapahit. Namun, kami bersama dinas terkait akan menganalisa lebih dalam lagi untuk memastikan penanggalannya,” ujar Amin Fuadi.
Proses penggalian masih terus dilanjutkan hingga seluruh jobong berhasil diangkat dari dasar tanah. Selanjutnya, benda cagar budaya tersebut akan diserahkan kepada pemerintah desa setempat guna keperluan penyelamatan dan pelestarian aset sejarah daerah.
