Ferry Joko Juliantono Pantau Kesiapan KDKMP di Tiga Desa Kabupaten Nganjuk

NGANJUK, Jendeladesa.com – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si., meninjau tiga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Kamis (15/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan operasional koperasi sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis desa.

Tiga lokasi yang menjadi sasaran peninjauan yakni KDKMP Desa Garu dan Desa Sambiroto di Kecamatan Baron, serta KDKMP Desa Nglawak di Kecamatan Kertosono. Dalam kunjungan itu, Menteri Koperasi didampingi jajaran terkait dan disambut Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Bupati Nganjuk menyampaikan bahwa perkembangan KDKMP di wilayahnya terus dipantau. Menurutnya, saat ini terdapat 30 KDKMP di Kabupaten Nganjuk yang menjadi bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.

“Kegiatan hari ini difokuskan pada monitoring dan melihat langsung perkembangan KDKMP. Di Kabupaten Nganjuk sendiri saat ini sudah ada 30 KDKMP, dan hari ini ada tiga lokasi yang dikunjungi Pak Menteri. Selain mengecek ketersediaan stok barang, kita juga melakukan uji coba armada operasional seperti mobil pikap dan sepeda motor,” jelas Marhaen.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry Joko Juliantono menegaskan bahwa KDKMP merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia untuk mendorong masyarakat desa menjadi pelaku ekonomi yang mandiri. Koperasi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat kegiatan usaha, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat perputaran ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat.

“Ini menandai era kebangkitan ekonomi di desa, karena sesungguhnya bangunan KDKMP ini adalah milik desa dan pengurusnya merupakan masyarakat desa itu sendiri,” terang Ferry.

Ia juga menjelaskan bahwa ke depan, koperasi diharapkan dapat berperan dalam mendukung penyaluran berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, bantuan langsung tunai (BLT), bantuan pangan nontunai, hingga bantuan alat dan mesin pertanian.

Selain meninjau kesiapan operasional, Menteri Koperasi mengapresiasi keberadaan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang tersedia di gerai KDKMP. Sejumlah kebutuhan sehari-hari, fasilitas lemari pendingin, serta ketersediaan pupuk bersubsidi turut menjadi bagian dari hal yang diperhatikan dalam kunjungan tersebut.

Ferry berpesan agar Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus melakukan pendampingan dan pengawasan sehingga koperasi dapat beroperasi secara optimal. Kesiapan stok barang, sarana distribusi, serta pengelolaan usaha menjadi aspek penting untuk menunjang keberlangsungan koperasi.

Melalui penguatan KDKMP, pemerintah berharap potensi ekonomi desa dapat dikelola secara lebih terarah, produk lokal memperoleh ruang pemasaran, dan kebutuhan masyarakat semakin mudah dijangkau. Keberhasilan program ini juga bergantung pada kesiapan pengurus, partisipasi warga, serta pengelolaan koperasi yang profesional dan berkelanjutan. (Adv/ugik)