Hujan Deras Guyur Blitar, BMKG Sebut Fenomena Rossby Jadi Pemicu

Blitar, JendelaDesa.com – Meskipun hujan turun dengan deras di kota Blitar selama satu jam lebih, disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, bahwa untuk wilayah kota dan kabupaten Blitar serta sebagian besar wilayah Jawa Timur yang lain belum memasuki musim penghujan.Hujan yang juga mengguyur merata di wilayah kabupaten Blitar dengan disertai angin, terjadi pada Rabu petang (28/10) benar – benar mereda kurang lebih pukul 20.00 WIB.

“ Saat ini belum bisa dikatakan masa pancaroba ( peralihan musim ) karena kondisi angin timuran yang belum melemah ” terang Agatha prakirawan BMKG Juanda, mengutip Kompas.com, ditulis Asip Agus Hasani (28/10).

Melanjutkan keterangannya Agatha menyampaikan, bahwasanya angin timuran atau angin muson timur bertiup dari daratan Australia menuju Benua Asia, melewati wilayah Indonesia termasuk Jawa Timur, menurutnya dengan masih kuatnya angin muson timur menjadi indikator akan masih berlangsungnya musim kemarau.Ditandaskan Agatha, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir hingga hujan deras yang melanda Blitar, merupakan dampak gangguan gelombang atmosfir yang mendukung terbentuknya awan hujan.

” Penyebab hujan adalah fenomena gelombang atmosfer equatorial Rossby yang memberikan efek seperti penyedot uap air raksasa yang menarik kelembaban dari lautan sehingga menumpuk menjadi awan tebal.Dan fenomena ini bersifat sementara saja, yang diperkirakan masih terjadi dalam 3 – 7 hari ke depan ” tandasnya dengan menjelaskan tidak hanya terjadi di Blitar, dalam kurun waktu yang sama juga terpantau hujan ringan hingga deras turun di wilayah Jawa Timur terutama wilayah selatan, barat juga utara, dan ditambahkan Agatha bahwasanya musim penghujan untuk wilayah Blitar dan sebagian besar wilayah Jawa Timur baru akan dimulai Dasarian I pada bulan Desember 2026.

Sementara pemantauan cuaca AWS Komunitas HPT Monitoring stasiun JTM 12 GKT Gogodeso untuk Kamis (29/10) telah mencatat, peluang hujan sangat rendah 11 % – 19 %, tidak hujan dengan suhu 30 hingga 32⁰C.Sedangkan Potensi Risiko Hama dan Penyakit Tanaman ( HPT ) Jagung di informasikan Ulat Grayak Jagung 8,1 ( Sangat Tinggi ), Penggerek Batang Jagung 8,3 ( Sangat Tinggi ), Ulat Tongkol Jagung 8,1 ( Sangat Tinggi ), Bulai Jagung 1,3 ( Sangat Rendah ), Hawar Daun Jagung 4,7 ( Sedang ) dan Karat Daun Jagung 1,4 risiko Sangat Rendah (Ans).