Pupuk Indonesia Gandeng CV Semi Kawal Penyaluran Pupuk Bersubsidi Melalui KDKMP di Nganjuk

NGANJUK, JendelaDesa.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) menginisiasi kegiatan sosialisasi tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi bagi para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kabupaten Nganjuk. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi melalui KDKMP sekaligus memberikan pemahaman mengenai aturan dan mekanisme distribusi yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut, CV Semi mendapatkan penunjukan sebagai mitra tunggal Jasa Pendukung dan Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi (JP4B) untuk wilayah Kabupaten Nganjuk. Penunjukan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi sekaligus pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat daerah.

Kegiatan sosialisasi berlangsung pada Jumat (6/11/2026), bertempat di Lumos Coffee & Pool, Jalan Gatot Subroto Nomor 1, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Acara tersebut menghadirkan Aris Triyono selaku Manajer Jatim 2 PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai narasumber. Turut hadir perwakilan PT Agrinas, Herwin selaku Asisten Retail Management (RM) Wilayah Jatim 2, Hadi Siswanto perwakilan CV Semi selaku mitra JP4B, serta para manajer KDKMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk.

ARIS SETIOWIYONO: SOSIALISASI JADI LANGKAH PERCEPATAN PENYALURAN PUPUK

Dalam keterangannya, Aris Setiowiyono menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan inisiatif PT Pupuk Indonesia untuk mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi melalui KDKMP. Menurutnya, diperlukan pemahaman yang sama dari seluruh pihak mengenai aturan dan mekanisme penyaluran agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai ketentuan.

“Acara ini merupakan salah satu langkah percepatan untuk operasional KDKMP. Sesuai dengan perintah dari pimpinan, penyaluran barang subsidi harus melewati KDKMP. Oleh karena itu, kami melakukan sosialisasi terkait aturan dan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi,”

Ia juga menerangkan bahwa materi sosialisasi mencakup petunjuk teknis (juknis), petunjuk pelaksanaan (juklak), serta regulasi yang menjadi dasar dalam pengelolaan dan penyaluran pupuk bersubsidi.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah kedudukan KDKMP sebagai titik serah dalam mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi. Dengan peran tersebut, KDKMP diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan kelompok tani di desa tempat koperasi tersebut berdiri.
Karena itu, para manajer KDKMP perlu memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk mekanisme penerimaan serta pelayanan penebusan pupuk kepada petani sesuai ketentuan yang berlaku.

Aris juga berharap materi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diteruskan kepada seluruh karyawan gerai. Hal ini diperlukan agar pelayanan kepada petani tetap berjalan dengan baik, termasuk ketika petani membutuhkan pupuk pada akhir pekan.


CV SEMI DITUNJUK SEBAGAI MITRA JP4B TUNGGAL DI NGANJUK

Selain materi dari PT Pupuk Indonesia dan PT Agrinas, pembahasan mengenai peran Jasa Pendukung dan Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi (JP4B) menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Perwakilan J4PB CV Semi Hadi Siswanto, menjelaskan bahwa CV Semi mendapatkan penugasan sebagai mitra JP4B tunggal untuk wilayah Kabupaten Nganjuk melalui penunjukan PT Pupuk Indonesia dalam mekanisme kerja sama dengan PT Agrinas.

“Keberadaan JP4B tidak hanya berkaitan dengan dukungan pengiriman pupuk, tetapi juga memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan.”

Ia berharap para manajer KDKMP dapat mencermati, memahami, serta melaksanakan seluruh ketentuan regulasi yang telah disampaikan dalam sosialisasi tersebut.

Hal itu dinilai penting agar pelaksanaan penugasan distribusi pupuk di lapangan berjalan sesuai prosedur, sekaligus menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maupun kesalahpahaman antara pihak-pihak yang terlibat.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan tugas JP4B tetap mengedepankan koordinasi dengan PT Pupuk Indonesia sebagai induk penugasan. Dalam pelaksanaannya, diperlukan kolaborasi dan peran aktif seluruh pihak agar fungsi pendukung serta pengawasan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

TEKANKAN KOMITMEN DAN DISIPLIN DALAM PENYALURAN

Dalam kesempatan tersebut, para manajer KDKMP juga diharapkan memiliki komitmen dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas penyaluran pupuk bersubsidi.

Pemahaman terhadap regulasi harus diikuti dengan pelaksanaan yang konsisten, terutama terkait kesesuaian jumlah pupuk dengan ketentuan dan penugasan yang telah ditetapkan.

Sinergi antara PT Pupuk Indonesia, PT Agrinas, CV Semi selaku mitra JP4B, serta para pengelola KDKMP menjadi faktor penting dalam mendukung tertibnya distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Nganjuk.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan setiap pihak dapat menjalankan perannya secara optimal. Dengan pemahaman regulasi yang sama, komitmen, kedisiplinan, dan koordinasi yang baik, penyaluran pupuk bersubsidi melalui KDKMP diharapkan semakin tertib, terpantau, dan mampu menjangkau kebutuhan kelompok tani di wilayah Kabupaten Nganjuk. (Adv Ugik)