
NGANJUK, JendelaDesa.com – Rasa syukur mendalam menyelimuti warga Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro. Mimpi selama puluhan tahun untuk memiliki jembatan yang kokoh akhirnya menjadi kenyataan. Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, secara resmi meresmikan Jembatan Perintis Garuda pada Kamis (5/3/2026), menandai babak baru bagi mobilitas warga setempat.
Selama bertahun-tahun, warga Dusun Ngronggo terpaksa bertaruh nyawa melintasi jembatan bambu darurat yang rapuh. Kondisi ini sangat menyulitkan, terutama bagi petani yang harus mengangkut hasil panen dan anak-anak yang harus berangkat sekolah dengan rasa was-was saat musim hujan tiba.
Pembangunan jembatan sepanjang 60 meter dan lebar 1,2 meter ini merupakan inisiatif nyata dari Kodim 0810/Nganjuk. Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk menyambung jalan, tetapi juga menjadi “Model Percontohan Nasional” dalam pembangunan infrastruktur perintis di wilayah pelosok.
“Jembatan ini adalah pilot project. Kami berharap ini menjadi standar pembangunan selanjutnya di wilayah lain untuk membantu aksesibilitas warga dan memperkuat ketahanan pangan,” ungkap Mayjen TNI Rudy Saladin dalam sambutannya.

Dengan beroperasinya jembatan ini, jalur distribusi hasil pertanian kini menjadi lebih lancar dan aman. Keluhan mengenai sulitnya akses jalan yang selama ini menghambat ekonomi perlahan mulai teratasi.
Tak hanya soal infrastruktur, kepedulian TNI juga menyasar dunia pendidikan. Bersamaan dengan peresmian ini, diserahkan bantuan sosial berupa seragam sekolah kepada 1.500 siswa SD dan SMP kurang mampu di Kabupaten Nganjuk. Langkah ini diharapkan mampu memicu semangat para pelajar untuk mengejar cita-cita tanpa terkendala fasilitas.
Peresmian yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Nganjuk ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret bagi persoalan rakyat. Kini, Jembatan Perintis Garuda berdiri megah, menjadi simbol harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nganjuk.
(redaksi)
