
Blitar, JendelaDesa.com – Selain konsep sustainabilitas, perencanaan dan anggaran belum begitu konsisten dari pengambilan kebijakan, yang mana hampir 20 tahun Kanigoro menjadi sebuah kota baru, namun strategi pengembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonominya belum secepat seperti yang diharapkan. Melihat kondisi yang ada, sangat perlunya pemerintah daerah mengambil kebijakan penyebaran pembangunan fasilitas publik, dengan harapan tidak terjadi kesenjangan pembangunan kota Kanigoro.
Disampaikan Mujianto, S.Sos, M.Si, pembangunan -pembangunan yang mendukung kegiatan ekonomi, hingga saat ini masih terpusat pada satu lokasi saja.Menurutnya, konsep pembangunan kota seharusnya berfokus pada pendekatan berkelanjutan, inklusif dan cerdas untuk meningkatkan kualitas hidup, efisiensi sumber daya, serta ketahanan lingkungan.Kepada Harian Forum.com, ketua Perhimpunan Pergerakan Indonesia ( PPI ) Blitar menyampaikan, salah satunya harus ada kebijakan pembangunan yang mampu menggeliatkan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat, terutama bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Pembangunan merupakan proses multidimensional untuk mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan dan pengentasan kemiskinan. Pembangunan juga mensyaratkan berlangsungnya serangkaian perubahan selain pengentasan kemiskinan, juga mensyaratkan berlangsungnya serangkaian perubahan besar – besaran terhadap struktur sosial, sikap – sikap masyarakat dan institusi – institusi nasional,” jelas Mujianto.
“Dengan melihat lokasi di sepanjang sungai Sodetan yang berada di wilayah kelurahan Satriyan, nilai manfaat terutama untuk peningkatan ekonomi akan diperoleh, serta mampu menggeliatkan usaha mikro kecil menengah.Disini perlunya pemerintah melakukan perencanaan dan mengambil langkah menjadikan bantaran yang berada di pinggir sungai Sodetan sebagai kawasan destinasi kuliner atau usaha kreatif tanpa meninggalkan kearifan lokal , yang didukung oleh para pelaku usaha mikro kecil menengah setempat.” imbuhnya, Minggu (13/4).
Bantaran sungai bila dikelola dengan bijak, akan tercipta sebuah kawasan yang memiliki potensi ekologi, sosial dan ekonomi. Melanjutkan penyampaian konsep pusat kuliner Kanigoro, Mujianto menuturkan perlu adanya peningkatan infrastruktur selain akses jalan juga fasilitas publik yang mendukung. Dan dengan terealisasinya kebijakan pemerintah, dirinya sangat optimis kawasan pinggir kali Sodetan akan menarik masyarakat untuk berkunjung, sehingga berdampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat secara signifikan.
“Keinginan berkembangnya kota Kanigoro dengan memanfaatkan bantaran kali Sodetan menjadi destinasi baru untuk mendukung pembangunan ekonomi.Kalau tidak keliru 5 meter dari bibir sungai merupakan aset pemerintah daerah yang nantinya bisa didirikan kios atau stan untuk berjualan maupun usaha yang lain. Lokasinya strategis di pinggir akses jalan dari Kanigoro menuju Lodoyo.Untuk pelaksanaan pembangunan jalan akses ke destinasi maupun fasilitas publik, pastinya kewenangan PUPR dan anggaran dari mana, nanti saja,” tandasnya.(Ans)
