Bupati Nganjuk Kang Marhaen Sambut Kepulangan 735 Jemaah Haji, Doakan Jadi Haji Mabrur

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyambut kepulangan sebanyak 735 jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk usai menunaikan ibadah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Para jemaah yang tergabung dalam Kloter 112, 113, dan 114 tiba secara bertahap di Pendopo KRT Sosrokoesoemo pada Rabu (1/7/2026).

Prosesi penyambutan dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi atau yang akrab disapa Kang Marhaen, didampingi Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro (Mas Handy) beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan sekaligus penutup rangkaian perjalanan ibadah haji bagi masyarakat Nganjuk.

Dalam sambutannya, Kang Marhaen mengaku terharu melihat para jemaah kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat. Menurutnya, raut wajah para jemaah memancarkan ketenangan yang membuat rasa lelahnya seolah sirna.

“Begitu melihat wajah Bapak dan Ibu sekalian, saya merasakan aura ketenangan dan kesehatan. Rasa lelah saya langsung hilang melihat warga Nganjuk kembali dengan selamat,” ungkapnya.

Di tengah suasana penuh syukur tersebut, Kang Marhaen juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan dua jemaah haji asal Nganjuk yang wafat saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia berharap almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Bupati menilai kepulangan ratusan jemaah haji bukan sekadar bertambahnya jumlah warga yang telah menyandang gelar haji, melainkan membawa amanah dan keberkahan bagi Kabupaten Nganjuk melalui doa-doa yang telah dipanjatkan selama berada di Tanah Suci.

Ia pun berpesan agar seluruh jemaah memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi fisik setelah perjalanan panjang, sebelum kembali menjalankan aktivitas di tengah masyarakat.

“Semoga seluruh jemaah menjadi haji dan hajjah yang mabrur, serta mampu menjadi teladan dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” pesannya.

Kang Marhaen diketahui mengikuti proses penyambutan sejak kedatangan kloter pertama hingga kloter terakhir sebagai bentuk perhatian dan penghormatan kepada para tamu Allah yang telah menyelesaikan rukun Islam kelima.