Kang Marhaen Wujudkan Asa Baru bagi Ratusan Anak Prasejahtera Lewat Sekolah Rakyat

Nganjuk, JendelaDesa.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk resmi memulai operasional Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 melalui kegiatan Pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi (Kang Marhaen).

Sebanyak 199 siswa baru mengikuti kegiatan perdana sebelum memasuki pembelajaran di Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem pendidikan berasrama dan seluruh biayanya ditanggung pemerintah.

Dalam sambutannya, Kang Marhaen mengatakanbahwa Sekolah Rakyat adalah langkah nyata pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Sekolah formal berasrama 24 jam ini menggratiskan seluruh biaya hidup, fasilitas kesehatan, hingga pendidikan khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera (Desil 1 dan 2)

Ia juga menegaskan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Ini kesempatan emas bagi kalian. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan jangan pernah menyerah. Pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan diri sendiri dan keluarga,” ujar Kang Marhaen.

Sementara itu, Plt. Kepala Sekolah Rakyat Nganjuk, Iqbal Tawakkal, menjelaskan bahwa penerimaan siswa dilakukan melalui sistem jemput bola, sehingga bantuan pendidikan benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

“Kami bersama pendamping sosial mendatangi langsung masyarakat agar program Sekolah Rakyat tepat sasaran bagi keluarga Desil 1 dan 2,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko, menambahkan pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan awal untuk memastikan kondisi fisik dan kesehatan siswa sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Sekolah Rakyat Kabupaten Nganjuk dijadwalkan mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 dengan sistem pendidikan berasrama yang terintegrasi, meliputi layanan pendidikan, tempat tinggal, kesehatan, serta pembinaan karakter bagi para siswa.