
Blitar, JendelaDesa.com – Terbangunnya jembatan perintis Garuda yang menghubungkan dua kelurahan dalam satu wilayah kecamatan di kota Blitar, selain dirasakan oleh anak-anak sekolah, masyarakat sekitar juga mulai menikmati akses publik untuk kegiatan sehari-hari dengan terpangkasnya jarak tempuh. Tidak hanya itu, terealisasinya program pembangunan prasarana di wilayah kecamatan Sananwetan yang diinisiasi oleh pemerintah pusat bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat, dan didukung pemerintah setempat serta masyarakat sekitar, telah menghidupkan aktivitas bagi ruang terbuka hijau sumber air mbah Bawuk atau juga dikenal dengan Kali Karplos.
Meski berada di wilayah perkotaan, keberadaan infrastruktur penunjang jembatan perintis Garuda yang membentang di atas sumber air dengan estetika alam yang dimiliki, mulai dilirik dan dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat, dimana mulai terlihat beberapa keluarga mengunjungi ruang terbuka hijau untuk menikmati nuansa alam, terutama pada sore hari. Dan jembatan yang memiliki bentangan kurang lebih 25 meter serta kapasitas beban maksimal 2,5 ton, juga mulai dimanfaatkan masyarakat sebagai spot slow jogging.
Heriyanto, warga yang tinggal di kecamatan Kepanjen Kidul, pada sore hari mendekati terbenamnya matahari atau senja, bersama istri dan kedua anaknya tidak jarang meluangkan waktu ke sendang mbah Bawuk atau kali Karplos. Sering berkunjungnya karyawan di salah satu badan usaha milik swasta cukup beralasan, yang mana menurutnya dengan masih adanya sumber air serta tegakan pohon-pohon besar, dirinya bersama keluarga tidak perlu jauh-jauh bila ingin mencari suasana yang nyaman dan tenang.
“masih adanya ruang terbuka dengan pohon-pohon dan sumber air di kota Blitar, ini menyenangkan. Jadi kami sekeluarga kalau mau ingin tempat dengan suasana yang tenang dan menyenangkan tidak perlu jauh-jauh. Begitu kalau pas jalan-jalan pagi, kami biasanya melewati sini,” ungkap Heriyanto kepada Harian Forum.com (9/9).
Destinasi kali Karang Tengah Plosokerep (KarPlos), sebuah hutan di perkotaan, oleh pemerintahan setempat baik pemangku wilayah kecamatan maupun kelurahan terus diupayakan sebagai destinasi berinteraksi, rekreasi dan berolahraga yang ideal hingga terbentuknya lanskap produktif. Begitu juga adanya dukungan peran serta kelompok masyarakat sekitar yang masih memiliki kepedulian menjadi satu aksi signifikan dalam menjaga keseimbangan alam, yang mana hingga saat ini tetap aktif merawat area sumber air mbah Bawuk untuk menjadi tempat tinggal maupun tempat perlindungan bagi tumbuhan dan tanaman, burung serta satwa-satwa kecil lainnya. (Ans)
