
Blitar, JendelaDesa.com – Cita rasa masakan yang dimiliki selalu menggugah selera bagi para pembeli maupun pelanggannya. Warung Sederhana berlokasi di kompleks perkantoran Jalan Jawa, Sananwetan, Kota Blitar, tepatnya di depan kantor Dinas Koperasi Kota Blitar, menyediakan aneka masakan mulai dari sayur lodeh, sayur ayam, sayur telur, sayur lele, sayur bening, sop, oseng-oseng kates, sambel goreng tempe, lele goreng, telur, tahu, tempe, perkedel, dan lauk yang lainnya. Buka pukul 05.30 WIB, harga yang ramah di kantong menjadi alasan bagi pembeli, terutama bagi ibu-ibu yang mana setiap paginya banyak terlihat membeli sayuran matang dan lauk pauk untuk disajikan di rumah.
Rifai Hengki Harahap, salah satu pelanggan hampir 9 tahun, mengungkapkan bahwa setiap pagi sebelum melakukan aktivitas kerja, dirinya memilih Warung Sederhana untuk sarapan paginya. Tidak hanya pagi hari, Rifai Hengki pada saat masuk waktu makan siang juga bisa dikatakan tidak pernah absen.
“Mungkin hampir 9 tahun warung di sini menjadi tujuan untuk sarapan. Selain pagi sudah buka, menu dan rasa bagi saya sudah tidak asing lagi. Kalau siang hari tidak di luar kota atau jauh dari lokasi di sini, saya juga menyempatkan makan siang dan menunya berbeda, seperti biasanya kalau nggak soto ayam mungkin nasi goreng,” ungkap account officer di salah satu perusahaan, di mana setiap harinya kecuali hari libur, mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV) tipe crossover miliknya selalu terlihat parkir di depan kompleks perkantoran Jalan Jawa.
Berdekatan dengan Warung Sederhana, tampak gerobak dorong yang berada di bawah pohon juga konsisten di setiap paginya menyediakan sarapan pagi. Lapak pedagang kaki lima di depan kantor Dinas Sosial Kota Blitar menyediakan sarapan pagi dengan menyajikan menu khusus nasi tumpang atau nasi pecel tumpang, salah satu makanan tradisional khas dari era Kerajaan Mataram Islam.
Harga terjangkau, nasi dengan sayur hijau, kecambah yang direbus, yang dibaluri sambal kacang dengan tambahan rempeyek kacang tanah, tempe dan tahu goreng, banyak diminati masyarakat dari berbagai kalangan. Namun, begitu menurut Ainun, pemilik lapak nasi pecel tumpang yang berjualan nasi pecel selama 6 tahun, tidak semua pembeli maupun pelanggannya memilih nasi pecel tumpang, meski ada beberapa pelanggan yang meminta ditambah sambal tumpang.
“Di sini nasi pecel sama seperti nasi pecel yang lainnya, dan di sini juga menyediakan sambal tumpang, yang dipersiapkan bila ada pembeli yang menginginkan sambal tumpang, atau mungkin nasi dengan sambalnya tumpang tanpa sambal pecel. Tapi sampai hari ini masih banyak pembeli yang minta nasi pecel seperti biasanya,” tutur Ainun sembari melayani pembeli. (Ans).
