Turun ke Peringkat 14 di Porprov Jatim 2025, KONI Blitar Tetap Optimis dan Evaluatif

Berita, Olahraga633 Dilihat

Blitar, JendelaDesa.com- Dengan perolehan 84 medali, keinginan kontingen Kabupaten Blitar untuk mempertahankan posisi di 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 yang berlangsung 25 Juni hingga 5 Juli 2025, ternyata masih kandas.Dari hasil seluruh pertandingan cabang olah raga yang diselenggarakan di venue-venue Kota Malang, Kota Batu serta Kabupaten Malang, kontingen Kabupaten Blitar berhasil memboyong 19 medali emas, 22 medali perak dan 43 medali perunggu dengan poin 163. Sehingga dengan perolehan medali yang berhasil dikumpulkan, kontingen Kabupaten Blitar menempati peringkat 14.Posisi tersebut di bawah satu tingkat kontingen Kabupaten Jombang yang telah meraih 21 medali emas, 21 medali perak dan 39 medali perunggu dengan 165 poin, dan diatas satu tingkat kontingen Kabupaten Banyuwangi yang meraup 12 medali emas, 28 medali perak, 46 medali perunggu dengan 150 poin.

Terjadi penurunan peringkat dan perolehan medali dibanding dengan penyelenggaraan ajang olahraga yang diadakan di tingkat provinsi sebelumnya, yang mana pada pekan olah raga provinsi Jawa Timur VIII 2023, dimana kontingen Kabupaten Blitar telah memboyong 27 medali emas, 23 medali perak, 39 medali perunggu dengan poin 193, dan dalam klasemen perolehan medali berada diurutan 8.

Menanggapi tidak masuknya kontingen Kabupaten Blitar di 10 besar dan kenaikan peringkat serta perolehan medali, ketua harian Komite Olahraga Nasional indonesia ( KONI ) Kabupaten Blitar, Fatatoh Hirony Ulya mengakui bahwasanya peringkat Kabupaten Blitar pada Porprov Jatim IX 2025 terjadi penurunan dibanding sebelumnya.Namun begitu disampaikan Fatatoh, turunnya peringkat bukan berarti sebuah kegagalan.

“Iya memang kalau dilihat dari peringkat, kabupaten Blitar turun dibanding sebelumnya kita di 10 besar, saat ini di 14.Semua atlet dan cabang olahraga yang ada di Kabupaten Blitar berangkat semua dan menunjukkan perjuangannya,” terangnya (6/7).

Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) Kabupaten Blitar dalam gelaran Porprov Jatim IX Jatim 2025 telah memberikan fasilitas yang lebih layak bagi para atlet termasuk untuk uang saku dibanding sebelumnya. Waktu untuk persiapan yang sangat pendek, dimulai dari Musorkab kemudian di Pra Porprov hingga Porprov, menjadi salah satu faktor kurangnya persiapan Kabupaten Blitar menghadapi pekan olahraga provinsi Jawa Timur IX 2025. Namun Fatatoh Hirony Ulya optimis, di pagelaran pekan olah raga provinsi berikutnya, prestasi Kabupaten Blitar akan lebih bagus lagi.

Ditanya keterkaitan dengan anggaran 2025 untuk KONI sebesar 2,7 miliar, Fatatoh memberikan penjelasan bahwa anggaran tersebut tidak sepenuhnya untuk pelaksanaan pekan olah raga provinsi, meski disampaikan anggaran yang diberikan pada tahun 2025 memang naik dua kali lipat dari sebelumnya.Menurutnya, anggaran tersebut sebagian besar digunakan untuk Porprov 2025 dan juga untuk Pra Porprov.

Ketua harian KONI Kabupaten Blitar menambahkan penjelasannya, anggaran Porprov yang digunakan sebesar 1,6 miliar dipakai untuk 596 atlet serta official, termasuk uang saku.Sementara sisa anggaran yang masih ada digunakan keperluan biaya operasional KONI dan juga pembinaan para atlet di tahun berjalan.

“Anggaran untuk Porprov pada 2023 lalu besarnya hampir sama dengan yang sekarang senilai 1,6 miliar.Hanya yang membedakan adalah persiapan yang dilakukan.Tidak semuanya untuk Porprov, kita masih perlu untuk menjalankan operasional KONI dan pembinaan atlet.Ya tidaklah kalau nilai 2,7 miliar itu semua untuk Porprov,” jelasnya.

Fatatoh mengungkapkan, prestasi yang didapat tentunya harus seiring dengan perhatian dan pembinaan yang diberikan dari KONI.Fasilitas dan akomodasi atlet Porprov Jatim 2025 dari Kabupaten Blitar berbeda dengan sebelumnya. Ditandaskan, untuk akomodasi penginapan serta konsumsi sangat diperhatikan. Selain itu, beberapa cabang olah raga juga tengah melakukan regenerasi, dikarenakan beberapa atlet yang memiliki pengalaman bertanding tidak lagi bisa mengikuti pekan olah raga tingkat provinsi dengan adanya persoalan batasan usia. Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa daerah yang lain, lebih memilih menyewa pemain atau atlet dari luar daerah.

“Kabupaten Blitar 100 persen atlet putra daerah, sebagian besar masih atlet baru dan masih muda-muda,” tandasnya sembari menambahkan dengan perolehan yang didapat pada saat ini, menjadi acuan untuk melakukan evaluasi, sehingga kedepannya bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Blitar.(Ans).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *