
NGANJUK, JendelaDesa.com– Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Nasional Surabaya–Solo, tepatnya di Desa Karangtengah, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 00.45 WIB. Sebuah mobil Isuzu Panther bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan hingga menyebabkan sopir mobil terjepit di dalam kabin.
Berdasarkan informasi di lokasi, mobil Isuzu Panther berwarna biru bernomor polisi N 1851 IM yang dikemudikan RIM, warga Kepanjen, Kabupaten Malang, melaju dari arah Surabaya menuju Madiun. Diduga karena sopir mengantuk, kendaraan tiba-tiba berbelok ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk putih bernomor polisi DK 8769 QK yang dikemudikan BP (48), warga Wuru, Kabupaten Sidoarjo. Tabrakan pun tidak dapat dihindari.
Akibat kecelakaan tersebut, seorang penumpang mobil Panther berinisial M (47) yang duduk di samping sopir mengalami patah tulang pada kaki kanan. Sementara itu, sopir Panther terjepit di dalam kabin akibat bodi kendaraan ringsek.
Warga yang berusaha memberikan pertolongan tidak mampu mengevakuasi korban karena kondisi kendaraan rusak parah. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk kemudian datang ke lokasi dengan membawa peralatan evakuasi.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Petugas terpaksa menjebol bagian belakang mobil untuk mengeluarkan sopir yang terjepit. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis.
Aryo, warga setempat, mengatakan mobil Panther yang datang dari arah timur tiba-tiba menghantam truk yang melaju dari arah berlawanan. Menurutnya, kecelakaan diduga terjadi karena sopir mengantuk.
“Mobil Panther dari arah timur tiba-tiba menabrak truk. Kemungkinan sopir mengantuk,” ujarnya.
Tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Namun, sopir Panther sempat terjepit di dalam kendaraan, sedangkan penumpang yang mengalami luka telah lebih dahulu dibawa ke rumah sakit.
Usai proses evakuasi, petugas kepolisian bersama warga memindahkan kendaraan yang sempat melintang di badan jalan ke tepi jalan untuk memperlancar arus lalu lintas. Polisi juga membersihkan serpihan kaca dan pecahan kendaraan yang berserakan di lokasi agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
