DPC APJI Nganjuk Kenalkan Wellness dan Filosofi Budaya Jawa kepada Anggota Binaan

NGANJUK, JendelaDesa.com– Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) menggelar Javanese Wellness Workshop “A Journey to Sukmaswara” di Ndalem Purwohamijayan, Minggu (27/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti pengurus dan anggota binaan DPC APJI Kabupaten Nganjuk dengan mengusung konsep wellness berbasis budaya Jawa.

Rangkaian kegiatan mengajak peserta untuk berhenti sejenak dari rutinitas, mengenali diri, serta menjaga keseimbangan antara jiwa, raga, dan sukma melalui berbagai aktivitas yang berkaitan dengan tradisi dan budaya Jawa.

R.Ay. Febri H. Dipokusumo, praktisi wellness dan pengembangan diri sekaligus Founder FHD Motivation, mengatakan kegiatan tersebut mengajak peserta untuk menerapkan mindfulness atau berhenti sejenak dari berbagai kesibukan untuk lebih mengenal diri sendiri.

Menurutnya, proses tersebut dimulai dari grounding, meditasi, mengenal diri lebih dalam, yoga Jawa, latihan pernapasan hingga memperhatikan postur tubuh. Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari proses untuk membangun kesadaran terhadap tubuh dan kondisi diri.

“Intinya berhenti sejenak atau mindfulness untuk bagaimana mengenal diri kita sendiri, dimulai dari grounding, meditasi, mengenal diri lebih dalam, yoga Jawa, pernapasan, postur tubuh dan lainnya,” ujarnya.

(R.Ay. Febri H. Dipokusumo)

Febri menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi perempuan Jawa untuk lebih mengenali dan memancarkan aura dirinya. Hal itu dilakukan melalui proses pengenalan diri dan menjaga keseimbangan antara kondisi fisik maupun batin.

Sementara itu, K.R.M.T. Pustokoningrat, Pangarsa Pamardi Busana, mengajak peserta mengenal lebih dekat filosofi dan makna yang terkandung dalam batik. Peserta diajak memahami bahwa batik bukan sekadar kain atau motif, tetapi memiliki nilai dan pesan yang berkaitan dengan budaya serta kehidupan masyarakat Jawa.

Melalui pengenalan tersebut, peserta diharapkan dapat lebih memahami, menghargai, dan melestarikan batik sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.

“Batik Keraton Surakarta merupakan bagian dari budaya yang melahirkan batik Solo. Ini termasuk batik istana sentris yang bersumber dari lingkungan keraton atau kerajaan,” ujarnya. 

Selanjutnya, GR.Ay. Koes Suwiyah, spesialis tari Jawa dan warisan budaya, mengajak peserta mengikuti gerakan tari Jawa. Kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempelajari gerakan tari, tetapi juga menjaga keluwesan tubuh sebagai seorang perempuan.

Gerakan tari dilakukan dengan memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan, serta keselarasan gerak. Menurut Koes, aktivitas tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan jiwa dan raga sekaligus membangun kesadaran terhadap tubuh.

(GR.Ay. Koes Suwiyah, spesialis tari Jawa dan warisan budaya)

Peserta kemudian mengikuti rangkaian terapi dan olah napas yang menjadi bagian dari proses mindfulness. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak melakukan introspeksi, lebih mengenal diri sendiri, serta belajar mensyukuri kehidupan.

Proses tersebut juga dipadukan dengan penggunaan wewangian khas Jawa dan minyak aromaterapi. Penggunaan aroma tersebut menjadi bagian dari sesi relaksasi untuk membantu peserta menciptakan ketenangan, mengenali diri, serta menjaga keseimbangan jiwa dan raga.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan proses refleksi diri. Peserta diajak untuk tidak hanya mendapatkan pengalaman mengenai budaya Jawa, tetapi juga membawa nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua DPC APJI Kabupaten Nganjuk, Kristanti, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesan tersendiri bagi para anggota yang mengikuti. Ia menilai kegiatan yang diselenggarakan FHD Motivation tersebut memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan baru bagi peserta.

Menurut Kristanti, para pemateri juga dinilai sabar dalam mendampingi peserta, terutama ketika mengikuti latihan tari dan mengenal filosofi batik.

“Anggota saya senang mendapat ilmu yang sebelumnya belum pernah didapatkan. Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat mendapat kedamaian di hati dan ketenteraman, cantik paripurna,” pungkasnya.” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengurus dan anggota DPC APJI Nganjuk, terutama dalam menemukan ketenangan di tengah aktivitas sehari-hari.(Lifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *