
Blitar, JendelaDesa.com – Bersepeda bukan mencari sensasi, namun sebagai solusi upaya penghematan energi yang telah dicanangkan oleh pemerintah dan himbauan walikota Blitar Syauqul Muhibin, sebagai upaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Pencanangan dan himbauan diterapkan aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, tidak hanya berangkat kerja ke kantor, akan tetapi juga dilakukan saat menjalankan kegiatan tugas, salah satunya menyambangi pasar-pasar tradisional di kota Blitar.
Dengan menggunakan sepeda, kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Blitar Parminto, S.Sos, MSi pada Jum’at pagi (9/4) terlihat bersama sejumlah stafnya mengunjungi pasar tradisional Karang Tengah. Agenda kegiatan rutin yang memiliki tujuan selain melihat kondisi dan aktivitas pasar secara langsung, aparatur sipil di lingkup pemerintah Kota Blitar juga membeli beberapa barang, serta mendengar penyampaian masyarakat baik dari para pedagang maupun dari para pembeli.
Usai berbelanja, ditemui Harian Forum.com kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar mengungkapkan, kunjungannya ke pasar Karang Tengah merupakan satu dari 10 pasar tradisional yang ada di kota Blitar, tidak lain untuk meramaikan pasar dengan berbelanja, sehingga dapatnya meningkatkan pendapatan para pedagang pasar, dengan harapan ekonomi lokal akan ikut terdongkrak.
“Kota Blitar mempunyai 10 pasar tradisional, bagaimana kita mengajak ASN yang lainnya untuk berbelanja di pasar. Kita punya program Sambang Pasar, yang mana pada setiap hari Jum’at menyambangi pasar, dengan membeli apa yang dijual di pasar sesuai kebutuhan,” ungkap Parminto, S.Sos, MSi.
“Mengunjungi pasar dengan bersepeda, mengambil momentum pemerintah pusat yang mencanangkan hemat energi, dan himbauan mas wali mengajak ASN untuk bersepeda tidak hanya berangkat kerja. Ini teman-teman rumahnya jauh, mungkin tinggal di kabupaten sepedanya biar di kantor, dan nanti kalau untuk beraktivitas dengan bersepeda. Kegiatan rutin ini tidak sekedar sambang, tetapi orientasinya juga mendengar langsung dari pedagang, mungkin ada yang dikeluhkan dan nanti kita bisa mengupayakan untuk memperoleh solusi.Kalau biasanya kita mendengar aspirasi dari pertemuan, misalnya Musrenbang.Sekarang kita ganti dengan menjemput bola,” tambahnya.
Ditanya keberlanjutan dalam pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sepeda, Parminto menandaskan melihat nanti bagaimana kondisinya, dengan mengikuti kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dengan menegaskan dirinya akan mendukung.
“Hari ini pencanangan kebijakan nasional, dan tentunya program tersebut kita dukung. Kalau kedepannya, kita melihatnya bagaimana nanti. Kalau kegiatan seperti hari ini dengan bersepeda, paling tidak kita olah raga dan ikut mengurangi polusi udara,” pungkas kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Blitar.(Ans).
