
Blitar, JendelaDesa.com – Dikatakan Dimas Yuda, dalam satu minggunya pada siang hari hampir rutin dua kali menikmati masakan nasi goreng di warung makan “Sederhana” yang berada di sekitar perkantoran Jalan Jawa, Kota Blitar. Diakuinya, perubahan keinginan menikmati nasi goreng Jawa, seingatnya kurang lebih 6 bulan, yang mana sebelumnya anak muda yang menggeluti profesi bidang konstruksi tersebut pada saat makan siang selalu memilih menu nasi dengan sayur yang berkuah.
Namun, setelah mencoba nasi goreng, Dimas Yuda hingga sekarang merasa ketagihan. Selain khas bumbu yang ditumis menggugah selera makan siangnya, nasi goreng Jawa baginya merupakan menu pilihan yang ideal untuk kebutuhan karbohidratnya sebelum melanjutkan aktivitasnya.
“Makan siang langganan saya di sini, kecuali kalau ada pekerjaan di luar kota. Kalau dulu makan siang selalu suka yang berkuah, kalau nggak sop, sayur bayam, atau terkadang sayur lodeh dengan lauk berganti, itu tempe, tahu, telur, ayam, atau terkadang paru. Mungkin kurang lebih 6 bulan, kalau makan siang di sini menunya berganti nasi goreng Jawa. Selain rasanya enak, makan siang dengan sensasi agak pedas, pas di lidah juga cocok di perut sebelum meneruskan pekerjaan,” terang Dimas Yuda usai menikmati nasi goreng Jawa.
Nasi goreng Jawa sebenarnya bukan menu utama yang disajikan Winarsih, pemilik warung makan yang dirintisnya 17 tahun yang lalu. Namun, sudah setahun lebih, dirinya melayani permintaan pelanggannya untuk dibuatkan nasi goreng Jawa.
Untuk masakannya, tidak sedikit para pembeli maupun pelanggannya mengakui nasi goreng khas buatannya, meski menggunakan bumbu lokal sederhana, akan tetapi hasil olahannya mempunyai cita rasa sesuai tuntutan selera. Dituturkan, tidak hanya nasi goreng Jawa yang menjadi menu digemari oleh para pelanggannya, namun soto ayam juga banyak diminati para pembeli.
Ditanya dengan semakin banyaknya permintaan nasi goreng dari pembeli dan pelanggannya, kemungkinan menu masakan lainnya bakal ditinggalkan dan lebih terfokus pada nasi goreng. Menjawab pertanyaan HarianForum.com, Winarsih yang akrab dipanggil Mbak Win menandaskan masakan yang sebelumnya sudah ada tetap dipertahankan, untuk memenuhi permintaan para ibu rumah tangga yang tidak sempat memasak atau para pekerja yang memulai aktivitasnya pagi hari.
“Di sini jam 6 pagi sudah buka, biasanya pelanggan mencari sayur sop, bobor, lodeh, mungkin nasi campur atau sayur lele dan lainnya, jadi untuk masakan yang seperti biasanya tetap ada. Kalau ada permintaan nasi goreng, bisa dibuatkan mulai jam 9 sampai habis, dan biasanya pada siang hari pelanggan malah suka masakan yang panas, kalau nggak nasi goreng ya soto ayam,” tutur Winarsih sembari menyampaikan melayani pembeli di warungnya hingga pukul 14.00 WIB atau pukul 2 siang.
“Untuk bumbu nasi goreng sama seperti yang lainnya, bawang merah dan bawang putih, sedangkan selera pedas sesuai dengan permintaan. Kalau mau nambah lauk, ada telur dadar, telur goreng, ayam goreng, kerupuk sudah disediakan,” tambah pemilik Warung Sederhana. (Ans).
