
Nganjuk, JendelaDesa.com- Pembentukan karakter dan disiplin kedinasan menjadi perhatian serius Polres Nganjuk terhadap siswa Latihan Kerja (Latja) Bintara Polri kemampuan Brimob Tahun Anggaran 2026. Melalui Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam), para siswa diberikan pembekalan khusus terkait pentingnya menanamkan respek, memahami hirarki, serta membangun loyalitas terhadap institusi Polri, Rabu (29/4/2026).
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa pelaksanaan Latja tidak hanya dimaksudkan untuk mengenalkan tugas teknis kepolisian, tetapi juga sebagai sarana membentuk mental, etika, dan kepatuhan siswa sebelum nantinya benar-benar menjadi anggota Polri.
“Para siswa harus memahami sejak sekarang bahwa menjadi anggota Polri bukan hanya dituntut mampu bekerja, tetapi juga wajib memiliki respek kepada senior, memahami hirarki dalam organisasi, serta menunjukkan loyalitas penuh terhadap institusi. Tiga hal ini adalah pondasi dasar sebelum berbicara soal kemampuan lainnya,” tegas AKBP Suria Miftah Irawan.
Menurut Kapolres, pembiasaan sikap hormat, disiplin dalam penampilan, etika berbicara, serta kepatuhan terhadap arahan pimpinan merupakan bentuk latihan sederhana namun sangat menentukan dalam membangun kepribadian Bhayangkara yang profesional.
Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti langsung oleh Kasi Propam Polres Nganjuk AKP Heri Buntoro, S.H. melalui pembinaan kepada seluruh siswa Latja dengan menekankan kewajiban memberikan hormat kepada anggota Polres Nganjuk, senior, instruktur maupun pimpinan saat berpapasan maupun dalam setiap aktivitas kedinasan.
Selain menanamkan budaya hormat, para siswa juga diingatkan agar menjaga sikap tampang, kerapian seragam, tata krama, serta perilaku selama menjalani latihan kerja sebagai cerminan kesiapan mental menjadi anggota Polri yang disiplin.
AKP Heri Buntoro menegaskan bahwa kebiasaan memberi hormat bukanlah sekadar formalitas, namun merupakan bentuk nyata penghargaan terhadap senioritas, penghormatan pada hirarki komando, sekaligus latihan loyalitas kepada organisasi.
“Jangan anggap sepele sikap hormat. Dari kebiasaan itulah tumbuh respek, tumbuh kepatuhan terhadap hirarki, dan tumbuh loyalitas. Kalau ini tertanam, maka siswa akan lebih mudah dibentuk menjadi anggota Polri yang siap taat aturan dan solid dalam kedinasan,” tegas AKP Heri Buntoro.
Ia menambahkan, Sipropam akan terus melakukan pengawasan terhadap perilaku, kedisiplinan, serta etika siswa selama pelaksanaan Latja agar pembentukan karakter tidak hanya sebatas teori, namun benar-benar diterapkan dalam keseharian.
Melalui pembinaan tersebut, Polres Nganjuk berharap para siswa Latja tidak hanya pulang membawa pengalaman lapangan, tetapi juga membawa nilai dasar kedinasan berupa respek, pemahaman hirarki, dan loyalitas yang akan menjadi bekal utama saat mengemban tugas sebagai Bhayangkara di tengah masyarakat. (acha)
