
Nganjuk, JendelaDesa.com- Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. melaksanakan silaturahmi kamtibmas di kediaman tokoh agama Gus Wahid di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom, Rabu (29/4/2026).
Dalam suasana penuh keakraban tersebut, Gus Wahid menyampaikan tiga poin penting terkait kondisi sosial masyarakat yang perlu mendapat perhatian bersama sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Adapun tiga hal yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut meliputi maraknya kegiatan remaja yang melakukan balapan sepeda dengan memanfaatkan fasilitas jalan umum sehingga membahayakan pengguna jalan lain maupun keselamatan anak-anak itu sendiri.
Perlunya metode pendekatan komunikasi yang lebih kekinian kepada remaja masa kini agar mudah diterima, serta pentingnya memperkuat keamanan lingkungan di sekitar Kecamatan Tanjunganom dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa masukan dari tokoh agama menjadi referensi penting bagi kepolisian dalam menyusun langkah penanganan yang tepat di lapangan, terutama terhadap persoalan kenakalan remaja dan pemeliharaan kamtibmas.
“Apa yang disampaikan Gus Wahid ini sangat konstruktif dan sejalan dengan situasi yang kami cermati. Polres Nganjuk akan mengambil langkah konkret dengan mengedepankan pendekatan humanis kepada para remaja, memperkuat edukasi keselamatan, serta memperbanyak patroli pada titik dan waktu rawan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.
Kapolres menambahkan, pola komunikasi kepada generasi muda saat ini memang harus menyesuaikan perkembangan zaman. Karena itu, selain tindakan preventif, pihaknya juga akan mendorong hadirnya ruang dialog yang lebih cair melalui kegiatan kepolisian yang bersentuhan langsung dengan anak-anak muda, komunitas, sekolah, maupun lingkungan keagamaan.
Menurutnya, keamanan lingkungan juga harus dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, Polres Nganjuk membuka ruang seluas-luasnya kepada tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat desa, serta warga untuk aktif menyampaikan informasi maupun keluhan kamtibmas melalui silaturahmi langsung dengan petugas maupun layanan darurat 110.
Gus Wahid dalam kesempatan tersebut menilai bahwa keresahan masyarakat terhadap perilaku sebagian remaja di jalan raya memang perlu segera ditangani dengan cara yang bijak agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang menyentuh sisi psikologis anak muda sehingga pembinaan tidak berhenti pada sebatas larangan.
“Kami berharap aparat bersama tokoh masyarakat dapat hadir sebagai pembimbing. Anak-anak muda jangan hanya ditegur, tetapi diarahkan. Begitu juga soal keamanan lingkungan, semua unsur harus peduli dan tidak menyerahkan sepenuhnya kepada polisi,” tutur Gus Wahid.
Silaturahmi ini menjadi wujud sinergi antara Polri dan kalangan agamawan dalam merawat kondusivitas wilayah. Kapolres Nganjuk berharap masyarakat, khususnya para tokoh agama, terus proaktif membangun komunikasi dengan kepolisian agar setiap persoalan sosial dapat diantisipasi lebih dini demi terciptanya Tanjunganom yang aman, tertib, dan nyaman. (acha)
