Peringatan May Day, Bupati Nganjuk Ajak Mengenang Perjuangan Marsinah

Nganjuk, JendelaDesa.com- Peringati May Day atau hari buruh sedunia, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi didampingi Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro serta jajaran Forkopimda melakukan tabur bunga dan berdoa di makam Pahlawan Nasional Marsinah yang terletak di Desa Nglundo, Sukomoro, Jumat (1/5).

Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan dalam memperingati Hari Buruh Internasional.

“Kami menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Buruh Internasional. Alhamdulillah, setiap tahun kegiatan rutin ini masih terus dapat diselenggarakan,” ungkap Kang Marhaen Djumadi, sapaan akrab Bupati Nganjuk, saat ditemui di lokasi.

Proses pengajuan Marsinah sebagai pahlawan nasional tidak berlangsung secara instan. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menjelaskan bahwa langkah resmi telah dimulai sejak Desember 2022 melalui pengiriman surat usulan.

Memasuki Mei 2025, percepatan dilakukan dengan dibentuknya TP2GD (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah) tingkat Kabupaten Nganjuk. Tim yang beranggotakan 13 orang dari berbagai unsur ini bekerja intensif untuk memenuhi delapan persyaratan utama, mulai dari penyusunan kronologi perjuangan, penelusuran riwayat keluarga, hingga penulisan biografi lengkap tokoh buruh tersebut.

“Alhamdulillah, setelah melalui berbagai tahapan, mulai dari seminar tingkat kabupaten, nasional, hingga pemaparan di hadapan TP2GD Provinsi dan TP2GP Pusat, usulan yang kita ajukan akhirnya membuahkan hasil,” ujar Bupati Nganjuk dalam sambutannya usai melakukan ziarah di makam Marsinah pada 1 Mei 2026.

Yang paling membanggakan bagi masyarakat Nganjuk adalah latar belakang Marsinah. Berbeda dengan banyak pahlawan nasional yang umumnya berasal dari kalangan elite, militer, atau tokoh agama, Marsinah justru hadir sebagai simbol perjuangan rakyat kecil atau kaum marjinal. Ia tumbuh dalam keterbatasan ekonomi keluarga, namun tetap mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak para buruh di lingkungan pabrik.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk doa bersama untuk almarhumah Marsinah sekaligus bagi seluruh pekerja di Kabupaten Nganjuk, agar senantiasa memperoleh kemudahan serta perlindungan dalam menjalankan aktivitasnya.

“Kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak buruh. Prinsipnya, membela yang kecil tanpa harus memusuhi yang besar. Justru pihak yang memiliki kekuatan lebih kita dorong untuk turut membantu mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Bupati Marhaen Djumadi juga menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan para pekerja. Hal tersebut diwujudkan melalui pendampingan yang berkelanjutan serta menjaga hubungan komunikasi yang harmonis dengan para pelaku usaha, guna menciptakan iklim industri yang sehat dan stabil.

Selain itu, Kang Marhaen menilai peran buruh sangat besar dalam mendukung roda pembangunan daerah. Karena itu, setiap persoalan ketenagakerjaan diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah untuk mencapai solusi terbaik, tanpa mengganggu stabilitas ekonomi maupun keberlangsungan dunia usaha di Nganjuk.(Lifa/Adv) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *