
Blitar, HarinForum.com – Masih tersedianya beberapa jenis rumput serta daun lamtoro, kaliandra, dan turi yang biasa digunakan sebagai makanan alami untuk sapi dan kambing di Blitar, menjadi daya tarik para pedagang hewan untuk melakukan transaksi. Dikatakan Rusmadi salah satu pedagang hewan dari Jawa Tengah, bahwasanya sapi dan kambing dari Blitar mempunyai kelebihan tersendiri, yang mana tekstur dagingnya selain cenderung sedikit lemak juga lebih padat bila dibandingkan dengan sapi maupun kambing dengan pakan berbahan biji-bijian.
Tingginya minat para pedagang hewan terutama sapi dan kambing di Blitar, terlihat saat para pedagang di pasar hewan Dimoro pada hari pasaran Senin Legi (4/5), dimana pedagang tidak hanya datang dari Blitar, namun juga dari Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Jombang, Gresik, Mojokerto, Magetan, Sumenep bahkan dari Wonigiri serta Solo Jawa Tengah.Pasar Dimoro berada di wilayah kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar, saat ini menjadi pusat perdagangan sapi, kambing dan unggas yang strategis. Pasar hewan yang diresmikan akhir tahun 2023, mampu menampung 700 sampai 800 ekor, sedangkan untuk kambing menampung kurang lebih 1000 ekor, dimana saat ini pasar hewan Dimoro sebagai sentra penjualan hewan ternak terbesar di Blitar Raya.
“Memang hewan sapi dan kambing dari Blitar itu terkenal makanan masih dari rumput yang banyak tersedia cukup di wilayah sini.Makanya banyak pedagang yang mencarinya.Kalau pas hari pasaran ramai, pembelinya dari luar daerah yang kesini ada dari sekitar Blitar ada Tulungagung, Kediri dan Trenggalek. Juga dari Madura termasuk Sumenep, Magetan, Solo, Wonogiri, Jawa Tengah dan Jombang, Gresik, Mojokerto dan lainnya,” ujar Rusmadi hampir 20 tahun berdagang sapi.
Terutama bagi peternak dan pedagang sapi dan kambing hari pasaran Jawa mempunyai makna tersendiri, hingga siklus lima hari dalam penanggalan Jawa menjadi rujukan untuk melakukan kegiatan jual beli hewan sapi maupun kambing. Perihal kegiatan perdagangan di pasar Dimoro Kota Blitar mengikuti hari pasaran Jawa, dibenarkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag ) Kota Blitar, Parminto, S.Sos., M.Si dengan menandaskan bahwa aktivitas perdagangan di pasar hewan Dimoro kota Blitar tidak dilakukan pada setiap harinya, akan tetapi mengambil dua hari pasaran pada Pon dan Legi.
“Jadi di pasar hewan Dimoro kota Blitar ini beroperasi intensifnya mengikuti pasaran Jawa pada Legi dan Pon.Kondisi riil untuk kegiatan perdagangan sapi di pasaran Legi kurang lebih 600 ekor, sedangkan pada pasaran Pon sekitar 350 ekor. Untuk kambing pada pasaran Legi sekitar 700 ekor kemudian Pon kurang lebih 450 ekor,” tandas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar kepada ditemui di pasar Dimoro Blitar.(Ans).
