
Blitar, JendelaDesa.com – Pada tahapan penjaringan calon ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) Kota Blitar, sesuai jadwal untuk pengambilan formulir bakal calon ketua dibuka tanggal 5 hingga tanggal 6 Mei 2026, terdapat nama Sukarji, dr.Syahrul Alim, Samanhudi Anwar, Tony Andreas, Mochamad Trianto dan Prastya. Untuk tahapan selanjutnya panitia seleksi menetapkan jadwal pengembalian formulir pada tanggal 7 Mei sampai 9 Mei 2026 dan verifikasi berkas adminitrasi pendaftaran tanggal 9 dan 10 Mei 2026
Bila merujuk pada tahapan – tahapan seleksi, para bakal calon ketua KONI Kota Blitar terlebih dulu menunggu hasil penelitian dukungan dari pengurus cabang olahraga, rekam jejak di organisasi dan pakta integritas menjaga marwah lembaga otoritas keolahragaan nasional sebelumnya bernama Ikatan Sport Indonesia ( ISI ), serta menyatakan komitmennya tidak melakukan tindakan korupsi, kolusi, nepotisme, dilanjutkan pada tahap perbaikan berkas, hingga tim seleksi mengumumkan kandidat yang lolos verifikasi sebagai persyaratan penetapan bakal calon ketua umum.
Mengutip dari sumber informasi, Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Blitar saat ini telah menaungi 43 cabang olahraga, salah satunya olah raga tinju.Diungkapkan bendahara Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kota Blitar Rudiyanto bahwasanya pergantian pengurus KONI Kota Blitar menjadi moment penting dan strategis dalam pembinaan prestasi olahraga. Dikenal dengan panggilan Rudy Fox, pada era 90 an akrab dengan pengalaman bertinju di ring jalanan, dirinya sangat berharap dengan menandaskan adanya pergantian dan siapapun ketua KONI Kota Blitar bisa membawa angin segar pada semua cabang olahraga.
“Khusus untuk olahraga tinju harapanya ada pembinaan yang lebih baik kedepanya, agar bisa lebih banyak mendapatkan prestasi di setiap kejuaraan, baik tingkat daerah maupun nasional.Ini sebuah masukan, jika tidak ada pembinaan baik dari Pertina maupun KONI, dikhawatirkan nantinya para atlit yang berpotensi mempunyai prestasi, justru bermain membela daerah lain. Jika kondisi semacam ini sampai terjadi, benar – benar sangat disayangkan,” tandas Rudy Fox.
“Perlunya kerja bareng yang baik antara KONI dan Pertina, harapannya salah satunya mungkin bisa digelar kejuaraan Walikota Cup untuk olah raga tinju. Adapun tujuannya selain menarik dan menggiatkan olahraga tinju, juga untuk melihat potensi atlit – atlit kita yang dipersiapkan pada Porprov, dan dijadikan sebagai parameter untuk bisa menargetkan perolehan medali. Tidak hanya itu, dengan menggelar kejuaraan tinju di Kota Blitar, akan melihat kesiapan disetiap diadakan kejuaraan tinju baik lokal, daerah maupun di kejuaraan tingkat nasional,” pungkasnya.(Ans).
