Peringati Hari Kebangkitan Nasional, SMP Mida Gogodeso Gelar Karya Lintas Mata Pelajaran

Blitar, JendelaDesa.com – Bangkitnya kesadaran rakyat Indonesia, berjuang bersama dengan mengobarkan semangat nasionalisme menjadikan negara merdeka, diperingati siswa Sekolah Menengah Pertama Miftahul Huda ( SMP Mida ) Gogodeeso, kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar dengan menggelar karya lintas mata pelajaran (Mapel) di ruang perpustakaan sekolah, pada Rabu (20/5).

Dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional, para siswa terlihat antusias memamerkan karya-karyanya selain di papan dinding, juga ada yang berbentuk majalah dinding atau mading serta majalah dinding tiga dimensi (3D).

Ekspresi ungkapan aktualisasi, sebuah aksi nyata dalam mengekspresikan potensi diri, bakat dan nilai – nilai ke dalam sebuah karya untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional, para siswa SMP Mida Gogodeso menuangkan ide ke dalam karya-karya dengan melahirkan puisi dan cerita bergambar atau komik yang menceritakan besarnya kecintaannya terhadap bangsa Indonesia.

Ananda Nabila Zalva, salah satu siswa SMP Mida Gogodeso kelas 8, kepada Harian Forum.com menjelaskan poster hasil karya kelompoknya bercerita tidak hanya persoalan bangsa, akan tetapi juga lebih terfokus mulai lunturnya jiwa nasionalisme anak – anak bangsa, dengan hilangnya sopan santun generasi sekarang dan karakter kepribadian anak bangsa.

Baginya, kebangkitan nasional yang digerakkan Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, bisa dijadikan inspirasi bangsa Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan seperti pada saat ini, dengan masih banyaknya pembodohan serta merajalelanya korupsi.

“Komik ini menggambarkan permasalahan di Indonesia, tetapi lebih fokus pada pelajar atau anak bangsa, lunturnya nasionalisme dengan semakin hilangnya sopan santun seperti di era sekarang ini, dan lunturnya karakter positif anak bangsa. Ada tiga solusi dalam penanggulangan untuk dapatnya tetap mencintai tanah air, berusaha memperbaiki perilaku anak bangsa dengan mensosialisasikan bagaimana anak bangsa berkarakter, berusaha menormalisasikan gaya bahasa yang baik, sopan santun di kalangan remaja. Semakin bagus bahasanya, semakin baik karakternya.Dan menanamkan diri kita sendiri untuk mencintai tanah air,” jelas Ananda Nabila Zalva.

“Menurut saya kebangkitan nasional itu bagaimana bangkit dari keterpurukan Indonesia. Saat ini mungkin masih banyak pembodohan, korupsi dan sebagainya, salah satunya masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas. Hari kebangkitan nasional dijadikan acuan bangkit dan tegak kembali, agar Indonesia lebih cemerlang dan berjaya,” tambahnya.

Ajang memamerkan kreativitas dengan karya seni yang mengandung pesan hingga kampanye isu sosial dari kolaborasi beberapa mata pelajaran, merupakan refleksi peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disampaikan Muti’atus Salafi, kepala SMP MIDA Gogodeso bahwasanya Gelar Karya Lintas Mapel digelar dari kelas 7 hingga 9.

Muti’atus Salafi menuturkan terdapat beberapa poster hasil karya sendiri dari siswa SMP MIDA Gogodeso, namun juga ada yang mengutip dari internet berupa puisi, komik dan cerita tentang proses pembelajaran yang ada di sekolah melalui project lintas mata pelajaran. Karya puisi, cerita komik dalam bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, merupakan proses pembelajaran secara mandiri. Gelar karya mading satu dimensi dan tiga dimensi diikuti oleh 7 kelompok belajar kelas delapan dan 4 kelompok belajar kelas tujuh.

“Itu untuk anak – anak yang poster ada lanjutannya.Dan poster cinta tanah air yang sudah mereka buat dengan project lintas mapel, akan dilanjutkan mereka yang desainnya pakai kanva. Tadi masih ori digambar dengan tangannya sendiri, ditulis tangannya sendiri, nantinya sesudah ini anak – anak akan lanjutkan konsep yang sudah dibuat hari ini, akan di desain pakai kanva sehingga kita bisa pajangkan lebih bagus,” tutur kepala sekolah SMP MIDA Gogodeso.

“Kita membelajari anak anak membuat project dan ini projectnya anak – anak, agar anak – anak belajar merencanakan dan belajar secara bersama sama, bagaimana pembagian tugas dalam proses pembelajaran secara mandiri yang diberikan oleh guru,” imbuh Muti’atus Salafi.

Kreatifitas siswa SMP MIDA sebagai wahana ekspresi dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional, diapresiasi Muhamad Nasrip ketua Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama ( BP3 NU ) Ranting Gogodeso, dengan menaruh harapan dapatnya para siswa SMP MIDA Gogodeso terus tumbuh semangatnya dalam berkarya.(Ans).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *