
Blitar, JendelaDesa.com – Awalnya Suyitno ( 77 ) sedang tiduran di kursi panjang sembari mendengarkan radio, dikejutkan oleh suara letusan di depan rumahnya, yang dikiranya suara petasan, sehingga warga dusun Jatiluhur RT. 002 RW. 005 desa Jatitengah, kecamatan Sulopuro, kabupaten Blitar langsung terbangun menuju ke depan rumah.Namun sebelum sampai ke depan rumah, Suyitno mendengar suara kayu terbakar, kemudian melihat ke atas rumah yang mana atapnya terbuat dari anyaman bambu dalam kondisi terbakar.
” mengetahui rumahnya terbakar, pemilik rumah langsung membawa keluar sepeda motor Jupiter MX dan sepeda ontel.Setelah berhasil mengeluarkan sepeda motor dan sepeda ontelnya, korban atau pemilik rumah bergegas menuju ke lemari untuk mengambil uang dan BPKB.Tetapi karena melihat kobaran api sudah membesar, pak Suyitno tidak berani masuk ke rumah, kemudian meminta bantuan ke warga sekitar serta menuju ke rumah pak Widodo untuk memberitahukan ada kebakaran.Selanjutnya pak Widodo menghubungi pak Yarmono untuk menghubungi Pemadam Kebakaran. ” terang Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo, S.Sos kepada Harian Forum.com.(5/6).
Dikemukakan Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, dirinya mengetahui kebakaran yang menimpa rumah berukuran 15 X 20 meter, terjadi pada hari Jum’ at pukul 20.30 WIB setelah salah satu warga setempat menghubungi Call Center Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar.Menjadi kewajiban setelah menerima informasi, petugas piket pemadam kebakaran kabupaten Blitar segera mungkin menuju lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman api yang dibantu Muspika setempat serta warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.Dituturkan Tedy, dalam peristiwa kebakaran tidak ada korban jiwa maupun korban terluka, sementara kerugian menurut keterangan pemilik rumah, uang tunai Rp. 78.000.000,- hangus terbakar.Selain itu televisi, mesin cuci, dokumen atau surat kendaraan roda dua dan juga barang – barang lainnya ikut dilalap api.
” kebakaran diduga karena konsleting listrik, dan api pada pukul 22.00 WIB berhasil dipadamkan.Korban tinggal di rumah sendirian sejak bulan Desember tahun 2017, karena sekitar tahun 1980 telah bercerai dengan istrinya dan tidak dikaruniai anak.
Untuk kondisi rumah atapnya hangus, sedangkan temboknya tidak ada yang roboh.Setelah api berhasil dipadamkan, keponakan korban di dampingi bapak kepala desa beserta muspika setempat memastikan uang yang berada di dalam almari, namun kondisi almari beserta isinya sudah menjadi abu.Korban menyadari kejadian tersebut merupakan musibah dan tidak akan menuntut kepada siapapun. ” tutur Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar.( Ans).
