
Blitar, JendelaDesa.com – Ketua Takmir Masjid Asy-Syahadah, Nurhadi Santoso, menyampaikan bahwa penyelenggaraan salat Jumat di masjid yang berada di Dusun Ngade, Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar tersebut merupakan yang pertama kalinya. Meski demikian, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Masjid Asy-Syahadah sudah aktif digunakan untuk ibadah salat fardu lima waktu secara tertib.
Masjid yang memiliki atap tumpang dan tiang-tiang penyangga ini memadukan konstruksi bangunan modern dengan arsitektur yang sangat lekat dengan kekhasan Masjid Agung Demak. Pembangunan tempat ibadah ini merupakan inisiatif dari H. Bagus Prabowo (yang akrab disapa Ki Bagus Putu Parto), seorang budayawan dan seniman Blitar, bersama istrinya, Hj. Endang Kalimasada, pemilik perusahaan roti dan kue kering ternama di Blitar.
Nurhadi Santoso menuturkan, tempat ibadah tersebut berdiri di atas bidang tanah dengan luas kurang lebih 1.200 m². Lahan tersebut merupakan tanah wakaf dari H. Bagus Prabowo dan Hj. Endang Kalimasada. Selain masjid, di area tersebut juga berdiri gedung yang diperuntukkan bagi kegiatan kemasjidan maupun kegiatan keagamaan lainnya.

“Sebagai bentuk rasa syukur, beliau mewakafkan tanahnya untuk didirikan masjid serta gedung yang mendukung kegiatan kemasjidan atau keagamaan. Semuanya bertujuan untuk kemaslahatan umat. Masjid Asy-Syahadah ini sudah berdiri satu tahun dan digunakan untuk salat maktubah atau salat fardu lima waktu berjemaah secara tertib. Dan pada hari ini, digelar salat Jumat untuk pertama kalinya,” tutur Nurhadi Santoso kepada Harian Forum.com, Jumat (12/6/2026).
“Masjid juga dipergunakan untuk mendukung kegiatan rutin, seperti ibu-ibu yang menggunakannya untuk majelis taklim dan belajar Al-Qur’an. Sedangkan untuk bapak-bapak, ada kegiatan Jimatu atau pengajian rutin Jumat malam Sabtu, yang bertujuan untuk menambah kualitas beribadah,” imbuhnya.
Selain itu, di kawasan Masjid Asy-Syahadah tampak sebuah gedung yang mengadopsi konsep arsitektur tropis dengan mengutamakan ventilasi dan pencahayaan alami. Menurut Nurhadi, bangunan yang memiliki sentuhan gaya seni Eropa tersebut dapat dipergunakan oleh masyarakat luas, salah satunya untuk acara pernikahan.
“Jadi memang fasilitas yang ada di area masjid ini bisa dipergunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk untuk akad nikah. Sudah ada tiga pasang pengantin yang melangsungkan akad nikah di sini. Semua kegiatan di sini intinya adalah untuk syiar Islam,” tandas Ketua Takmir Masjid Asy-Syahadah yang juga menjabat sebagai Ketua Ranting NU Gogodeso tersebut. (Ans)
