
Blitar, JendelaDesa.com – Digelar di Balai Kota Koesoemo Wicitro, pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para perwakilan cabang olahraga (cabor). Hadir pejabat pemerintah kota Blitar, tampak wakil walikota Elim Tyu Samba dan kepala Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora). Sedangkan walikota juga sekretaris daerah kota Blitar tidak terlihat dalam acara yang diselenggarakan pada Rabu (15/6), kemungkinan terkendala ada tugas pemerintahan lain yang lebih prioritas.
Meski Walikota Blitar berhalangan hadir, tidak menghentikan agenda sekretaris umum KONI Jawa Timur Akmal Budianto melantik pengurus KONI Kota Blitar periode 2026-2030, dengan merujuk protokol pemerintahan bahwasanya ketidak hadiran kepala daerah bisa didelegasikan wakil kepala daerah, sekretaris daerah atau kepala dinas pemuda dan olahraga. Menariknya di kepengurusan KONI Kota Blitar periode 2026-2030, tercatat nama wakil walikota Blitar Elim Tyu Samba, menduduki posisi jabatan di lembaga otoritas keolahragaan sebagai wakil ketua I bidang hubungan antar lembaga.
Disaat sambutan ketua umum KONI Kota Blitar, Samanhudi Anwar menyelipkan ungkapan pengunduran dirinya.Namun pernyataan tersebut tidak terlalu mengejutkan, pasalnya sebelumnya sudah disampaikan pada Musyawarah Olah Raga Kota (Musorkot) Blitar. Tetapi berbedanya, pernyataan mantan walikota Blitar dalam sambutan acara pelantikan telah menunjuk Elim Tyu Samba sebagai pengganti.
Selesai acara pelantikan, ditanya wartawan terkait pengunduran dirinya sebagai ketua umum KONI Kota Blitar dan penunjukan Elim Tyu Samba penggantinya, menjawab pertanyaan tersebut, Samanhudi Anwar membenarkan bahwa dirinya telah menyatakan mengundurkan diri. Namun begitu ketua umum KONI Kota Blitar menghindari terjadinya musyawarah olahraga kota luar biasa (Musorkotlub) atas pengunduran dirinya dengan menunjuk pelaksana tugas (Plt) atau ketua harian, sesuai AD ART.
“Saya secara pribadi sudah mengundurkan diri, surat sudah saya tanda tangani dua minggu yang lalu, nanti tinggal proses kelanjutannya dari teman – teman provinsi.Untuk pengganti, secara organisasi itukan di bawah saya dan tinggal pengambilan jedanya. Kami koordinasi apakah nanti bisa langsung Plt atau jadi ketua harian, kami harus mempelajari dulu AD ART nya. Saya menghindari Musorkot luar biasa, kalau itu terjadi nanti bisa berubah lagi,” jelas Samanhudi Anwar.
Tujuan dijalankan organisasi keolahragaan untuk membina, mengoordinasikan peningkatan prestasi atlet, menguatkan sikap disiplin, cara pandang yang baik, membentuk jiwa patriotisme serta menjadikan olah raga sebagai alat pemersatu bangsa. Idealnya dalam kepengurusan lembaga otoritas keolahragaan, setiap individu mempunyai kemampuan kepemimpinan dan niat maupun semangat pengabdian untuk mengelola organisasi keolahragaan.
Bukan sebaliknya, organisasi keolahragaan digunakan kelompok untuk mendulang popularitas maupun pencitraan, serta dimanfaatkan sebagai ajang memainkan anggaran pembinaan olahraga untuk kepentingan kelompok.

Di tempat acara pelantikan, sekretaris umum KONI Provinsi Jawa Timur Akmal Budianto kepada wartawan menyampaikan persoalan proses beralihnya kepengurusan yang terjadi di kota Blitar, menurutnya merupakan dinamika yang biasa dan juga juga terjadi di beberapa daerah lain. Disinggung pengunduran ketua umum KONI Kota Blitar dan menunjuk penggantinya salah satu wakil ketuanya, Akmal Budianto menuturkan pleno bisa meminta wakil ketua sebagai ketua harian.
“Itu mekanisme internal bisa ditempuh, tetapi tidak dalam pengertian pak ketua umum berhenti.Jadi pleno bisa meminta salah satu wakil ketua menjadi ketua harian, dan itu urusan KONI kota,” tutur Akmal Budianto, sekretaris umum KONI Provinsi Jawa Timur kepada Harian Forum.com.(Ans)
