
Blitar, JendelaDesa.com – Orasi mendukung tetap berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disampaikan tidak hanya oleh perwakilan SPPG, tetapi juga disuarakan oleh perwakilan supplier, petani, serta beberapa tokoh masyarakat. Apel Akbar SPPG Peta Blitar Raya digelar pada Sabtu (27/6/2026). Terlihat sejumlah massa yang didominasi relawan SPPG telah memenuhi jalan di depan kantor Walikota Blitar.
Hadir dalam gelaran aksi tersebut, koordinator SPPG Kabupaten Blitar, politisi Gerindra Kota Blitar Tan Ngi Hing, aktivis LSM LASKAR Swantantio, Ketua LSM GPI Jaka Prasetya, Ketua PPI Blitar Mujianto, serta perwakilan UMKM, petani, dan elemen lainnya.
Massa menyerukan aksi dukungan kepada pemerintah agar program MBG tetap dilanjutkan. Selain memastikan tercukupinya asupan nutrisi bagi penerima manfaat (terutama para siswa), program ini juga menjamin keberlanjutan lapangan kerja bagi pekerja dapur, serta memberdayakan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.
Dalam orasi yang disampaikan Mujianto, Ketua Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), anggaran yang dialokasikan untuk MBG dan KDMP diambil dari efisiensi anggaran mulai dari kementerian, pemprov, pemkab, hingga pemerintahan desa dan kelurahan.
Di hadapan massa, Mujianto menjelaskan bahwa anggaran yang diefisiensi merupakan anggaran belanja yang dianggap tidak efektif peruntukannya bagi rakyat dan belanja yang tidak berdampak langsung untuk kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan belanja alat-alat kebutuhan kantor yang seharusnya bisa dikurangi, perjalanan dinas ke luar daerah dan luar negeri, serta acara-acara seremonial yang dibuat seolah-olah hanya untuk penyerapan anggaran.
“Bapak Prabowo sedang mewujudkan sebuah cita-cita untuk Indonesia yang maju, yang berdaulat secara ekonomi, mewujudkan Indonesia yang kuat baik di dalam negeri maupun memiliki nilai tawar dalam dunia global. Untuk mewujudkan ekonomi yang berdaulat, BGN dan KDMP dilaksanakan sebagai program strategis nasional, agar rakyat sampai di pelosok desa, di daerah pinggiran, dan perbatasan antarnegara pun bisa menikmatinya. Yang saat ini, anak-anak kita dapat menikmati secara merata di sekolah-sekolah negeri maupun swasta, di pondok pesantren, juga di posyandu,” teriak Mujianto di atas panggung.
“Pak Prabowo menginginkan anak-anaknya hidup sehat, berhasil secara ekonomi, dan aman dalam kehidupan. Dan Indonesia ini adalah rumah kita yang harus kita jaga bersama. Maka dari itu, jangan dikotori dengan segala pertengkaran, jangan dikotori dengan segala cacian. Apalagi rumah kita, jangan kita lempari dengan kotoran kita sendiri, agar rumah itu bisa menjadi berkah, damai, dan indah dipandang oleh orang lain, jangan sampai rumah itu dipandang suram,” tambahnya dalam orasi.
Hety Pratiwi, salah satu warga Kota Blitar yang tinggal di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, ikut turun untuk berpartisipasi dalam Apel Akbar SPPG Peta Blitar Raya. Menjawab pertanyaan Harian Forum.com, ibu dua anak ini mengungkapkan bahwasanya program MBG sangat membantu meringankan pengeluaran setiap harinya dan memastikan terpenuhinya asupan gizi bagi kedua anaknya yang masih bersekolah.

“Dengan adanya program pemerintah Makanan Bergizi Gratis atau MBG, yang pasti meringankan beban kami. Selain pengeluaran kami setiap hari menjadi ringan karena anak-anak tidak jajan lagi, asupan nutrisi dari MBG dipastikan bisa dirasakan kemanfaatannya,” tutur pengusaha hasil pertanian tersebut, yang mengaku belum pernah sama sekali menyuplai ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah kota maupun kabupaten Blitar. (Ans)
