
Surakarta, JendelaDesa.com – Nuansa sakral dan keagungan tradisi Jawa menyelimuti Sitihinggil Karaton Surakarta Hadiningrat pada hari Setu Paing, 18 Juli 2026. Ratusan abdi dalem dan sentana mengenakan busana Jawi jangkep, berkumpul dengan khidmat dalam acara tahunan Wilujengan Pengetan Surud Dalem Sinuwun Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Kegiatan yang dinaungi oleh Lembaga Dewan Adat ini tidak hanya menjadi ritual ngalab berkah, tetapi juga momentum refleksi atas ajaran-ajaran luhur Sang Pelopor Budaya yang mengakar dari peradaban Majapahit, Demak, hingga Pajang. Berikut adalah ulasan dan catatan lengkap mengenai jalannya upacara adat serta laku sejarah yang adiluhung tersebut
Pisowanan Agung
Angin sumilir berhembus dari pepohonan. Sinar matahari terang benderang. Sitihinggil Karaton Surakarta Hadiningrat saat itu njejel riyel. Pisowanan para abdi dalem sentana.
Sowan Kraton Surakarta memakai busana Jawi jangkep. Beskap dan kebaya putih mewarnai sitihinggil. Bale angun angun memantulkan aura wibawa. Pancaran seni edi peni, budaya adi luhung.
Mangasah mingising budi, memasuh malaning budi. Ajaran Sultan Agung diambil dari sastra piwulang. GKR Wandansari mbabar kawruh kasampurnan.
Sitihinggil Kraton Surakarta
Tata cara wilujengan berada di Sitihinggil Kraton Surakarta. Dalam rangka pengetan surud dalem Sinuwun Sultan Agung. Acara sakral dilakukan tiap tahun. Abdi dalem dan sentana sama ngalab berkah.
Kraton Surakarta Hadiningrat dibangun pada tanggal 20 Pebruari 1745. Masa pemerintahan Kanjeng Sunan Paku Buwono II atau Siniwun Kombul. Sigra jengkar saking Kartawani,
Tumuju ing tlatah dhusun Sala.
Sitihinggil merupakan bangunan yang terletak sebelah selatan pagelaran atau sasana sumewa, alun alun lor. Tempat sakral yang digunakan untuk penobatan raja. Kali ini wilujengan diikuti oleh para abdi dalem, pangarsa, sentana yang dinaungi Lembaga Dewan Adat. Bebadan yang selalu makarya gawa gawe.
Sultan Agung Pelopor Budaya
Jasa Sultan Agung diperingati pada hari Setu Paing, 2 Sapar atau 18 Juli 2026. Karaton Surakarta mewarisi semangat juang dalam menganyam peradaban. Rum kuncaraning bangsa dumunung ing luhuring budaya.
Kanjeng Sinuwun Paku Buwono XIV bertahta sejak tanggal 13 Nopember 2025. Pelantikan diurus oleh Lembaga Dewan Adat pimpinan GKR Wandansari. Segenap abdi dalem Pakasa ikut sowan. Sentana lengkap hadir. Tradisi budaya berlangsung terus menerus. Warisan luhur mesti lestari.
Ajaran Sultan Agung menjadi acuan generasi muda. Pemimpin kontemporer perlu membaca literasi karya Sultan Agung. Serat Nitipraja menuntun ke arah kebaikan. Tema kepemimpinan dibahas serat Nitipraja secara sistematis integral dan komprehensif. Etika kepemimpinan diulas sebagai sarana untuk pengabdian.
Dalam bidang teologi Sultan Agung menulis serat Pangracutan. Berisi tentang kawruh satataning panembah. Mulai dari sembah raga cipta jiwa rasa. Syariat tarikat hakikat makrifat. Orang mesti tahu asal usul dan ke mana kehidupan itu berayun. Para Kasepuhan mengenal sangkan paraning dumadi.
Harmoni sosial amat dianjurkan oleh Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Raja Mataram yang lahir tahun 1593 ini pemimpin yang cerdas cermat dan bersahaja. Selama memimpin Mataram tahun 1613 – 1645 berhasil mewujudkan taman sosial yang selaras serasi seimbang. Oleh karena itu Sultan Agung menyusun kitab Sastra Gendhing.
Garwa prameswari Sultan Agung bernama Kanjeng Ratu Batang. Putri Tumenggung Huposonto Bupati Batang. Cucu Patih Mandaraka. Trah langsung Juru Martani. Keturunan Ki Ageng Wonosobo. Darah Ki Ageng Getas Pendawa. Jalur Raden Bondan Kejawan, putra Prabu Brawijaya raja Majapahit.
Jalur ayahanda Sinuwun Prabu Hadi Hanyokrowati. Raja Mataram tahun 1601-1613 yang terkenal kaya raya. Tahun 1607 membangun istana Rijswijk atau Kedhaton Nyokrowati di Batavia atau Jayakarta. Usaha dagang ekspor impor berjalan lancar luncur subur macmur.
Panembahan Senapati adalah kakek Sultan Agung. Bertahta di Kraton Mataram tahun 1575 -1601. Kanjeng Ratu Waskitha Jawi merupakan garwa prameswari keturunan Ki Ageng Penjawi. Trah Ki Ageng Ngerang yang berkuasa di bumi Pati. Ajaran Panembahan Senapati adalah amemangun karyenak tyasing sesama.
Ibunda Sultan Agung bernama Kanjeng Ratu Banuwati. Putri Pangeran Benawa. Cucu Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya raja Pajang. Trah Kebo Kenanga, Ratu Pembayun Handayaningrat. Penguasa Pengging yang terkenal sakti mandraguna. Pajang Pengging menurunkan jiwa kapujanggan.
Ratu Mas Cepaka permaisuri raja Pajang. Putri Sultan Trenggana. Trah Raden Patah Jimbun Sirullah Syah Alam Akbar. Raja Demak Bintoro. Semangat Maritim Sultan Agung berasal dari darah Demak.
Berdasarkan ulasan di atas jelas Sultan Agung mewarisi semangat kerajaan Majapahit Demak Pajang. Aliran bakat kepemimpinan yang handal profesional. Demi memayu hayuning bawana.
Bangunan Kraton Surakarta yang berupa sitihinggil memancarkan kawibawan kawidadan kabagyan kamulyan karaharjan. Rahayu sagung dumadi.
Ulama maos puji pangastuti dengan khusuk. Pisowanan kali disertai dengan alunan sekar macapat.
Setu Paing, 2 Sapar atau 18 Juli 2026.
Purwadi
