
Kediri,JendelaDesa.com – Kebutuhan hunian yang layak dengan harga terjangkau terus menjadi perhatian utama di tengah semakin terbatasnya lahan dan meningkatnya harga properti. Berangkat dari kebutuhan tersebut, perumahan Grand Dharaka Residence 2 yang berlokasi di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri resmi diluncurkan pada Rabu (15/7/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., dengan didampingi Wakapolres Kediri, Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH Abubakar Abdul Jalil (Gus Ab).
Acara ini turut dihadiri oleh pejabat utama Polres Kediri, Pengurus Bhayangkari Cabang Kediri, perwakilan anggota Polres Kediri, Direktur PT Langgeng Rahayu Sentosa selaku pihak pengembang, Branch Manager BTN Kediri sebagai mitra pembiayaan, perwakilan sekolah setempat, serta jajaran Forkopimcam Pare.
Dalam sambutannya, Kapolres Kediri menjelaskan bahwa Grand Dharaka Residence 2 merupakan pengembangan tahap kedua setelah proyek sebelumnya mendapat respons positif dari pasar. Perumahan bersubsidi ini dibangun agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh hunian yang layak dengan harga yang ramah di kantong.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara PT Langgeng Rahayu Sentosa dan Bank BTN dalam menghadirkan alternatif hunian, baik bagi masyarakat umum maupun bagi anggota Polri.
“Rumah merupakan kebutuhan dasar bagi setiap keluarga. Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya nyata untuk menghadirkan hunian yang layak, berada di lokasi yang strategis, namun tetap terjangkau,” ujar AKBP Bramastyo.
Grand Dharaka Residence 2 dipastikan terbuka untuk masyarakat umum dan tidak eksklusif hanya bagi anggota Polri. Mengingat lokasinya yang cukup dekat dengan Mapolres Kediri, kawasan perumahan ini menawarkan aksesibilitas yang mudah dengan harga subsidi pemerintah.
Dari total 51 kavling yang dipasarkan, sebanyak 31 unit di antaranya telah laku terjual meskipun perumahan ini baru diluncurkan sekitar tiga bulan yang lalu. Komposisi penjualan tersebut terdiri atas 21 unit yang dibeli oleh anggota Polri dan 10 unit oleh masyarakat umum. Pada momentum peresmian tersebut, terdapat 10 unit rumah yang bangunannya telah selesai 100 persen dan siap diserahterimakan, sementara unit-unit lainnya masih dalam tahap proses pembangunan.
AKBP Bramastyo menambahkan, kesempatan emas untuk memiliki rumah bersubsidi seperti ini perlu dimanfaatkan sejak dini oleh masyarakat, terutama mengingat ketersediaan lahan untuk pembangunan sektor perumahan yang semakin hari semakin terbatas.
“Program hunian bersubsidi dengan lokasi strategis seperti ini tidak selalu ada. Kami sangat berharap masyarakat maupun personel yang memang membutuhkan tempat tinggal dapat memanfaatkan momentum ini selagi kesempatan masih terbuka lebar,” tandas AKBP Bramastyo. (ln )
