
BLITAR, JendelaDesa.com – Ribuan kutuk atau anak ayam pada Kamis (13/8/2026) ikut terbakar setelah kandang ayam yang terbuat dari bambu, kayu kelapa, dan beratap asbes yang berada di Dusun Plosorejo RT 02/RW 04, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar mengalami kebakaran. Musibah yang menimpa kandang ayam milik Imam Mutarom, menurut Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, S.Sos., diduga dipicu pemanas arang. Tedi menjelaskan, kebakaran terjadi pada pukul 04.30 WIB, awalnya diketahui penjaga kandang yang melihat kepulan asap dari kandang ayam yang berada di atas.

“Kandang ayam tersebut bertingkat, sedangkan menurut informasi titik api berasal dari kandang yang berada di atas. Mengetahui kejadian tersebut, penjaga kandang menghubungi pemilik kandang ayam. Menerima informasi, pemilik kandang langsung menuju lokasi kejadian, dan setelah melihat kandang ayamnya sudah dalam kondisi terbakar, kemudian meminta tolong kepada warga untuk membantu memadamkan kandang ayam serta menghubungi Bapak Bejananto untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran,” jelas Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar.
Menambahkan penjelasannya, Tedi Prasojo menuturkan seusai menerima informasi, Bejananto langsung menghubungi call center Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, dan petugas pemadam kebakaran bergegas menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman dengan memotong arus api, yang mana tujuannya sebagai tindakan antisipasi api tidak menjalar ke bangunan yang berada di sekitarnya.

“Kebakaran diduga dari pemanas arang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran, sedangkan material yang terbakar berupa kandang ayam yang terbuat dari bambu, kayu kelapa, dan beratap asbes. Pemilik kandang juga mengalami kerugian dengan terbakarnya anak ayam, di mana pada malam hari kandang diisi dua puluh satu ribu ekor kutuk atau anak ayam, namun pagi harinya terbakar, termasuk seratus lima puluh sak (kantong) pakan ayam dan tempat minum ayam,” tuturnya.
“Dan dua panel listrik kandang sepanjang dua puluh tiga meter, diesel, mesin pompa air, jet pump, tandon air, alat pemadam api ringan atau APAR, dan timbangan digital ikut terbakar. Hitungan sementara kerugian yang diderita oleh pemilik kurang lebih satu miliar rupiah,” imbuh Tedi Prasojo, S.Sos. (Ans)
