Pasca-Gempa Utama Flores, BMKG Imbau Warga NTT Waspadai Gempa Susulan Berulang

(Ilustrasi gempa. (Istockphoto/ Morrison1977)

LABUAN BAJO, JendelaDesa.com  – Dua gempa bumi tektonik susulan kembali melanda wilayah Nusa Tenggara Timur secara berdekatan pada Senin (17/8) pagi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan bermagnitudo 5,0 mula-mula melanda wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai. Setelah itu, gempa bermagnitudo 5,8 menyusul di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada pukul 07.46 WIB. Kedua gempa ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa M 5,8 di Mbay tercatat berkedalaman 10 kilometer dengan guncangan yang dirasakan di sejumlah daerah:

Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada: Skala III-IV MMI (getaran terasa di dalam rumah).

Kabupaten Nagekeo dan Ende: Skala III MMI (getaran terasa di dalam bangunan).

Kabupaten Sumba Timur: Skala III MMI (dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah).

Kepala BMKG Wilayah NTT, Arief Tyastama, menyampaikan bahwa dua gempa ini merupakan bagian dari proses penyesuaian patahan batuan pascagempa utama magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu.

“Agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Jangan percaya dengan isu dan hoaks yang tidak jelas sumbernya. Selalu pantau informasi dari BMKG dan BPBD,” ujar Arief melalui pesan WhatsApp, Senin (17/8) pagi.

Kendati tidak ada ancaman tsunami, BMKG meminta warga untuk tetap mengantisipasi risiko kerusakan bangunan akibat guncangan berulang. Masyarakat diimbau mengecek kondisi struktur tempat tinggal masing-masing serta menjauhi bangunan yang retak atau rapuh akibat gempa sebelumnya.

Seluruh data resmi disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG untuk mengantisipasi simpang siur informasi. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari pemerintah daerah setempat terkait tingkat kerusakan maupun kerugian materiil akibat gempa pagi ini.

(berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *